Sabtu, 15 April 2017

Biarkan

Biarkan aku menyukaimu
Dengan ungkapan paling sepi
Paling jauh tak kasat mata
Dingin seperti angin dikala hujan

Kita tidak perlu bertemu
Saling memandang dan bersapa sipu
Karena cubitan kecil di dadaku sudah tahu
Seperti ombak berdebur menemui pantai
Kau akan selalu di sisiku

Tetaplah diam dan berpaling
Karena jika musuh tahu kelemahanku
Semua akan usai tanpa aba aba
Rasaku sudah bukan berharga
Dan rasamu yang transparan jauh akan sirna
Dan kita selamanya akan jadi cerita tanpa judul dan kata kata

Namun bisakah aku berharap
Jika Tuhan mendengar ratap
Bisakah kita bertemu
Sekali, sepi, abadi
Sebelum aku mati?

For you.
I like you
Because i can not imagine not to like you

Jakarta, 15 April 2017

Senin, 13 Maret 2017

Namaku Mari

"Aku gabung IOC,"  kata Mari sambil kedua jempolnya menari lincah di atas layar. Kakinya bergerak - gerak di atas seprei yang kusut.

"Apa, kamu bilang apa?" Laki - laki yang tengkurap di samping Mari bangun, lalu duduk menyandar di sebelahnya ikut menatap layar hp Mari.

"Aku ... gabung IOC." Ulang Mari sambil mendekatkan layar hp ke wajah lelaki di sampingnya. Laki - laki itu mengernyit. Lalu kembali ke posisi tengkurapnya dan menatap hpnya sendiri.

"Kenapa, kamu nggak suka."

"Kamu masih aja suka begituan dari dulu. Kamu kan udah gede Mari." Suara lelaki itu datar dan tak acuh. Membuat Mari merasa tidak enak.

"Ya kenapa kalo aku udah gede, kamu juga masih suka main motor kan. " Balas Mari sambil memandang punggung si lelaki.

"Yakan itu emang mainan orang gede." Laki - laki itu menjawab tanpa menoleh.

Entah kenapa Mari merasa jengkel sekali. Dengan sengaja ia mengangkat kakinya, dan menjepit pinggang yang tertutup kaos polo warna biru dengan jari kakinya.

"Aah ... aah sakit tahu."

"Biarin, kamu sih ngeselin." Dengan sengaja ia menendang pantat laki - laki itu lalu beranjak meninggalkan kamar.

"Kemana?"

Mari hanya menggoyangkan pantatnya sebagai balasan.

***

Rania : Ada temen baru nih

Katia : Isi form dulu dong

Katia : Form mana form?

Azzam : Bentar ...

MariChi: Halo kaka namaku Mari

Nico : Mari chwaaaan 💕💕

BukanWota : Nama panjangnya siapa? Almari? 😂

IstianaRahma : 😂

Azzam : Tuh isi dulu formya ...

Mari : Oke ka bentar

Azzam : Jangan panggil kaka dong

Mari :
Nama : Mariyuana

Alamat : Jalan H. Asnawi RT 03 RW 05 Bekasi

Hobby : Makan bakso, nelen air mata, nonton anime

Alasan masuk IOC : Penasaran sama hijab cosplay

Makanan favorit : Air mata dan air hujan

Zakiy : Namanya Mariyuana? 😱

IstianaRahma : Mariyuana? 😱

Rania : Mariyuana nande? 😵

Mari : Err ... Aku bisa jelaskan 😓

***

Mari mengakhiri chatnya dengan tersenyum. Ia beranjak menengok Ranu di kamarnya, lalu berlalu ke ruang tamu.

Ia duduk di sofa lalu termenung. Sudah lama sekali hubungannya dengan Ranu. Seminggu lagi adalah aniversari ke lima tahun hubungan mereka. Rasanya sudah seperti keluarga. Mari tidak pernah membayangkan hidup tapa Ranu di dalamnya.

Meskipun kadang ia menyebalkan dan egois seperti tadi. Meski sudah lama Mari menyukai hal - hal berbau Jepang, tapi Ranu tak pernah mau mengerti.

" Nggak papalah, namanya juga udah sayang." Mari mengakhiri renungannya dengan menepuk pahanya sendiri, lalu beranjak menemui Ranu. Yang sudah tertidur di kasur Mari.

Sabtu, 11 Maret 2017

Emang Harus Toleransi?

Apa sih artinya toleransi?

Karena akhir - akhir ini banyak sekali diperbincangkan. Toleransi antar suku, antar bangsa, antar agama. Kenapa dengan toleransi? Apakah harus ada toleransi?

Indonesia terdiri dari mayoritas bangsa Melayu dan berbagai suku di dalamnya, juga beberapa bangsa pendatang lain. China, India, Arab, dan beberapa bangsa Eropa. Indonesia sama seperti bangsa Timur lainnya, masih tradisional, mengedepankan pendapat orang yang lebih tua, dan pendapat orang lain. Beberapa masih kolot dan tradisional, tapi warga Indonesia tidak pernah diskriminatif.

Bangsa Indonesia terkenal jujur dan apa adanya. Cantik dibilang cantik, jelek dibilang jelek. Memuji orang sesuai apa yang ada padanya. China ya china, papua ya papua, jawa ya jawa. Mana bisa liat orang Jawa, tapi sungkan nyebut jawa?

Sama juga china. Orang china ya disebut china. Kenapa disebut china? Meskipun tinggal di Indonesia? Karena mereka orang china. Karena awalnya mereka tidak ada di sini, di Indonesia. Mereka datang dari negri china. Ya disebutlah china. Begitu juga orang Arab dan Indonesia.
Di kampung Arab banyak sekali warga keturunan Arab yang sudah turun temurun tinggal di Indonesia, mereka bahkan tidak bisa bahasa Arab. Tetap saja mereka disebut orang Arab.

Semua sama saja. Kami menyebutnya apa adanya. Dan memanggil mereka begitu bukanlah rasis atau tidak toleransi.

Toleransi adalah dengan tidak mengganggu sesuatu yang prinsip milik orang lain. Ketika orang china mengadakan imlek, sebagai orang jawa kita tidak boleh mencegahnya, itu toleransi.
Ketika orang kristen merayakan pesta natal, orang Islam tidak boleh mencegahnya, itu toleransi. Tapi beberapa perayaan yang berbeda bisa menimbulkan ketidaknyamanan terhadap orang lain. Meskipun itu prinsip.

Contoh, di Bali beberapa masjid tidak boleh mengumandangkan adzan. Karena merusak kesucian kuil dan membuat warga hindu tidak nyaman. Di sini warga hindu harusnya bersikap toleransi terhadap suatu yang prinsip bagi orang Islam. Tapi ada berapa warga Hindu di Bali? Mayoritas penduduk Bali adalah orang hindu. Itu artinya mengenai kepentingan orang banyak. Di sinilah orang Islam harus toleransi juga. Demi kepentingan bersama, meskipun adzan adalah suatu yang prinsip.

Toleransi itu saling. Bukan cuma sepihak. Toleransi itu dirasakan dan dikerjakan, bukan diumumkan di media. Toleransi itu jika dibutuhkan!

Jika warga nahda sebelumnya mendukung calon non Muslim maju memimpin warga mayoritas Muslim atas nama toleransi. Betapa baiknya mereka.

Namun beberapa saat kemudian membubarkan pengajian muslim lainnya yang berbeda, meskipun jamaahnya banyak. Betapa tidak konsistennya mereka.

ahk bahkan non Muslim, dia ngomong sembarangan soal Qur'an dan ulama, dia juga maju untuk memimpin Jakarta yang mayoritas Muslim. Kalo ada yang mendukung, itu bukan toleransi. Itu hawa nafsu. Justru yang harus toleransi itu ahk. Dia menghina kitab suci agama lain, mengatai ulama agama lain, tidak sungkan maju memimpin meski warga mayoritas tidak nyaman.

ahk memang minoritas, tapi dia harus toleran. Karena toleransi itu saling!

Ustadz yang dengan sayangnya dibubarkan pengajiannya juga, mulai sekarang harus mengajarkan pada jama'ah pendengarnya untuk toleran. Untuk menyayangi muslim lainnya meskipun,

Meskipun mereka belun benar aqidahnya, masih bid'ah ibadahnya, masih syirik kecil.

Harus menghormati da'i lain yang juga berjuang di jalan Allah. Meskipun,

Meskipun beda caranya. Beda pakaiannya. Beda buku panduannya.

Karena sungguh diusir oleh sodara sendiri itu tidak enak. Dikatai kafir oleh sodara sendiri juga tidak enak.

Jangan toleransi sama china, kristen, dst. Kalo ga bisa toleransi sama sodara sendiri sesama Muslim.

*Tulisan ini pendapat dan tanbih buat pribadi. Jika ada pihak yang merasa disebut tidak usah sakit hati. Direnungi aja.

Jumat, 10 Maret 2017

Busuk

Bagaimana rasanya kerepotan mengurus dirimu sendiri?

Rasanya bernapaspun terasa melelahkan. Aku selalu ekstrovert dan impulsif sejak kecil. Jadi aku biasa mengutarakan apa yang aku pikirkan, sama teman, orang tua, guru. Sampai saat dewasa ini aku kesulitan mengontrol diri sendiri. Karena tidak sesimpel itu mengutarakan pikiran kepada sesama dewasa.

Rasanya gelisah saat ada teman yang pake baju tidak sesuai, lipatan miring atau tidak pantas. Aku mendukung kebebasan berekspresi, hanya saja kewalahan atas diriku sendiri.

Aku juga sensitif dengan bau. Aku bisa mengenali bau dengan cepat. Mengenali basi, bumbu masakan, udara, tanah, air, dan bau manusia. Aku bisa mengenali bau busuk deodorant bercampur keringat. Atau bau busuk menusuk tanpa deodorant.

Beberapa orang percaya, bau deodorant bercampur keringat beraroma tidak enak. Tapi sesungguhnya bau busuk tanpa filter deodorant lebih menyengat dan mematikan. Beberapa memilih tidak pakai karena tidak nyaman. Apalah artinya hidup nyaman, jika orang di sekitarmu mati kehabisan udara segar.

Dan hatiku kebingungan. Instingku mengatakan aku harus mengatakan terus terang. Tapi rasa kemanusiaanku mengatakan bahwa setiap orang berhak memilih cara hidupnya. Mau itu bau atau tidak itu haknya. Tapi kadang sebagai teman, aku rasa dia berhak tahu. Bahwa dia bau. Bahwa baunya tak tertahankan.

Dia cantik, rapi, percaya diri, dia hanya tidak tahu kalau dia bau.
Beberapa bahkan sudah menikah. Dan baunya tidak diupgrade, sebusuk sebelumnya. Aku terkejut, mungkin ini preferensi suaminya.

Aku menyayangi mereka, hanya saja aku tidak tahan tidur di sebelahnya, duduk di belakangnya, memeluknya.

Aku bingung dan tercekik oleh insting keviasaanku sendiri. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak mau menyakiti semua orang, tapi aku juga butuh udara segar ....

N.b : kalo kalian baca ini, bantu aku. Kasih tahu apa yang harus aku lakukan buat mereka.

Rabu, 04 Januari 2017

Shallow

I need special treatment here!

I lost my quota data 6 gb from 10 gb, like in 4 days!

I'm getting crazy. Is it the real addiction? I hope it's not.

I need something to stroke me hard and get me back to sane.

Somebody would spend his money for fashion shopping or books, or travelling around seeking the new restaurants to fulfill culinary starvation. And i am spending my money to buy quota data!

Why i feel like i'm the most shallow of all? I feel so shallow that the result i get from spending my  money is only apparent satisfaction. Not even a real stuff!

It is a quota data!

I feel like a juvenile just hit puberty and can't control her self.

I feel pathetic.

Kayanya aku harus pergi ke hutan dan hidup enuh penyesalan dan mawas diri.

Life in poverty is hard, life in prosperity is also hard. Because life is just hard.

إن الإنسان خلق هلوعا ...

Senin, 02 Januari 2017

A Habit

I have a habit to talk to my self either inside my mind or soundly, just like casual talk. The problem is, it is going out of control.

If i start to talk inside my mind continuously until my head is about to explode, i unconciously start to talk to my self soundly. At first i talk smooth and low sound, i look around if it's save to act like retarded creepy self talker. But lately i often talk spontaneously, without considering for safety and condition.

I start talking to my self soundly like i have actual convo with other people. In the middle of eating, or in the middle of reading, and even in the middle of real conversation with other people!

This is creeping me out!

Some other time, i caught my self mumbling in the middle of praying.

It is sooo embarrassing! No one caught me tho, but God did. I'm sooo embarrassed in front of Allah, that i dare to lose my sanity during praying and mumble to my self like some retarded creature.

Did i repeat my pray? Ofcourse i did.

Sooo ... In case i start to mumble to my self in the middle of praying subuh tomorrow, i decide to write it down and post it on my blog. (That is my blog is for, tho)

Because, right now my head is flooding with talks!

About what? Anything random.

And why am i writing in english? It is also because the sound in my head is also in english.
It is funny because it sounds in dialect. Depends on the last english convo i heard.

If i happen to be just watched Harry Potter movie, it will sound british. If i happen to be just watched Friends, it will sound American.

Last time i watched KUWTK clips for hours, and it sounds like one of them bwahahaha ....

Soo funny, but my english pronounciation improving smoothly thanks to the talk in my head.

Uum is there any other language?

Yep there is Arabic, and Indonesia and Jawa.

Indonesian language and Jawa language probably my original language of my mind talk. Soo i often hear my own sound, and dialect.

With Arabic language, it's pretty often, because i speak Arabic on a daily basis in school. And the sound that comes up in my head is ... My teacher sound, with their Arabic fusha dialect. Bwahahaha. If i start to talk soundly, i talk it out casually pretend to talk about the lesson we got in class. Soo not so weird.

It is actual weird, when i start to mumble in Korean or Japanese language. My friends will think i am crazy. But i can't stop ... Because my head is flooding with the word.

What i regret the most is ...
Why not Quran?

Why do not i flooded with Quran recitations in my head? Why don't i mumble unconciously, Quran words?

Why? Why? Why?

I guess because i don't hear it too much. I don't recite it too much.

Soo please, 2017 let me be insane with Quran mumbles this time. Let me hear Quran alot, read it alot and recite it alot.

Please ...

*Posting with blogger mobile app

Dear, January : Addicted

Dear January,
Please be nice to me, because last year is the worse year of my life. I got so much trouble, failing in exam and later i got to repeat my class. I hope this year is soo much better.

New year is only yesterday, when i have trouble sleeping, because the fireworks are jederr jedoorr exploded in the air. I am the a typical sleepyhead but the explosions sound on new year's eve is no joke.

I don't have resolutions lining up awaiting to come true, i'm just hoping that i will always in Allah's path everyday of my life. Because i believe that, to be in God's path will sum up everything good in my life.

I really wish i can pray 5 times a day on time! Right after adzan call. I wish i can read Qur'an one day one juz continuously. I too wish, i can focus on my study, seriously. Because i'm always lazy girl, i'm born this way. Never once in my life i get sooo excited studying.

But this time ... Please January, be the right atmosphere to me to study.

And the last, but not least, i've been into watching video online lately. And it is bad because it runs out my quota data. Because i'm addicted to it right now.

What do i watch btw?

Recently i've been into Day 6. They are so cool. They have good voice, talents and ofcourse looks. I like jae, specially. Because he kind of easy going and smart and talented. I love their song, and it is bad. Because i wan to stop. I'm now in the point of spend out my data around 2 GB a day.

Yes, 2 Gigabites a day!!!

Is that bad? It is badeest!!

It is wasting money, time, and i shouldn't spend my money and time that way. I know it, but ... It's hard to stay sane.

Time to read my tarikh. Bye, i hope January notice this and be kind.

* Posting with blogger mobile app

Rabu, 16 November 2016

Perhiasan Islami



Perhiasan adalah pernak pernik yang identik dengan perempuan. Karena perempuan itu cantik, dan suka pernak pernik yang cantik cantik. Perilaku yang cantik, ekspresi yang cantik, make up yang cantik, baju yang cantik, segalanya yang terlihat cantik, perempuan menyukainya. Makanya wanita itu gila sama perhiasan, karena perhiasan bisa bikin cantik.
Tapi dalam Islam, perempuan adalah kecantikan itu sendiri. Perempuan adalah kecantikan yang membuat segala di sekitarnya terlihat cantik. Suatu ruangan terasa benderang dan ceria jika hadir seorang perempuan di dalamnya. Acara televise digilai masyarakat karena banyak bintang perempuan yang tampil. Dan dalam aspek kehidupan lain. Situasi yang melibatkan kehadiran perempuan jadi terasa berbeda. Jadi pendeknya, Islam menganggap perempuan adalah perhiasan. Dan sebaik – baik perhiasan adalah perempuan shalihah.
Apa sih yang menjadikan perempuan itu perhiasan? Tentu saja wujudnya secara fisik adalah perhiasan. Islam membaginya menjadi perhiasan yang tampak, dan tidak (boleh) tampak.
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.  (An Nur : 31)
Nah, seluruh tubuh perempuan adalah perhiasan. Perhiasan yang tampak adalah wajah dan telapak tangan, selebihnya harus dilindungi, dan dibatasi siapa yang boleh melihatnya.
Perempuan suka sekali makeup. Karena dianggap menambah kecantikannya. Seseuatu yang cantik jadi semakin cantik menggiurkan setelah dipulas makeup. Maka Islam juga membaginya, menjadi makeup yang boleh ditampakkan dan tidak boleh.
. . .janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang – orang jahiliyah yang dahulu. . . (Al – Ahzab: 33)
Ada beberapa hiasan yang diatur dalam islam. Dalam sebuah hadist,
Kami dilarang berkabung untuk mayat lebih dari tiga hari, kecuali atas suami selama empat bulan sepuluh hari. Kami tidak boleh bercelak, memakai wewangian, dan memakai pakaian yang bercelup. (HR. Bukhari & Muslim)
            Bila dibaca dan dipahami dari hadis diatas, berarti selain hari berkabung kita diperbolehkan untuk bercelak, memakai wewangian dan pakaian yang bercelup. Ada hadis lain juga yang menyebutkan larangan – larangan pada kondisi berkabung (ihdad).
Ibnu Qudmah Al – Hanbali berkata, “Haram atas perempuan yang tengah berkabung memerahkan wajahnya dengan bahan yang digunakan unruk memerahkan wajah (kalkun), dan memutihkannya dengan bahan berwarna putih untuk berdandan (‘arais), karena yang demikian lebih tinggi pemakaiannya daripada khidhab.”
Nah itu artinya perempuan Islam juga diizinkan memakai makeup, namun tidak boleh berlebihan, dan tidak di masa berkabung setelah kematian suaminya. Makeup nya pun hanya diizinkan di area yang boleh diperlihatkan, yaitu wajah dan telapak tangan.
Namun setelah semua pemaparan tentang perhiasan perempuan secara fisik. Ada perhiasan sesungguhnya yang dipuja dan dibanggakan Islam akan keindahannya. Yaitu perempuan shalihah. Islam sangat menjunjung tinggi term perempuan shalihah. Karena perempuan dengan akhlak yang mulia dan perangai santun menyejukkan, akan menguarkan aura kecantikannya yang sesungguhnya.
Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Karena menjadi perempuan shalihah itu artinya menaati semua perintah Allah dan RasulNya. Dan apakah yang lebih indah dari seorang yang cantik wujudnya yang menaati Tuhannya sehingga cantiklah perilakunya. Kecantikannya sempurna. 



       

Selasa, 22 Maret 2016

Rintik Hujan dan Kenangan



Assalamualaikum ...

Di luar hujan rintik sekarang, jadi suhunya sejuk sejuk gimana gitu. Ditambah lagi duduk di lantai dengan kipas menyala.

Apa yang kamu pikirkan saat hujan? Orang bilang, hujan itu terdiri dari air dan kenangan manusia. Makanya ketika rintiknya turun, terbongkar semua kenangan. Seperti slide yang tiba - tiba berganti di ruang gelap.

Aku nggak. Moment saat hujan adalah moment paling bersih buatku. Pikiranku tenang, dan denyut jantungku stabil. Rintik hujan itu kaya morphin buatku. Menenangkan, melenakan sejenak. Dunia terasa sunyi dan tentram ... terlepas dari derasnya rintik hujan. Suhu menurun ... rileks. Aku suka hujan. Dia tidak pernah mengbangkitkan apapun dalam diriku kecuali ketenangan.

Lalu kenangan, dimana ia tersimpan dan terbongkar?

Seperti Tom Marvolo Riddle, aku menyimpan kenanganku bersama serpihan kekuatanku dalam horcrux. horcrux - horcrux yang tersebar di sepanjang napak tilas kehidupanku. Ia sulit ditemukan, jumlahnya juga lebih banyak dari punya Tom Riddle. Tapi, kapanpun aku menemukan horcrux itu, kenangan terbongkar membanjiri pikiranku, kelopak mataku seperti berwarna - warni, dan slide - slide yang sudah usang itu diputar kembali.Dab terkadang aku terkejut, karena slide yang dulu hitam putih kini berwarna.

Kenangan memang produk masalalu, ia jumud, tidak akan pernah berubah. Namun kamu tidak akan pernah tahu, bagaimana sesuatu yang jumud itu mampu mempengaruhi masa depanmu yang dinamis. Kenangan itu solid, tapi cara kita menengok kembali kenangan adalah liquid. Dia cair, bisa berubah ubah setiap kali kamu menengok kembali.

Saat kamu beranjak menengok kembali kenanganmu dan kamu mendapati warnanya berubah, saat itulah ia mempengaruhimu.

Saat itulah seharusnya kamu belajar. Mengambil ibroh dan menuliskannya dalam quote - quote cantik dalam catatan kehidupan.

Saat itulah kamu tahu, kapan kenangan meraihmu dan menolongmu. Kapan ia meraihmu dan menjatuhkanmu dalam jurang terdalam lalu menarikmu kembali ke puncak kehidupan.

Hanya jika ...
Hanya jika, kamu rajin mencatat dan terus menulis quote. Karena kamu tidak akan pernah tahu, kapan cara pandangmu yang cair itu, memadat, lalu menyublim menjadi embun.

Dan kenangan hanya akan menjadi kenangan. Ia tidak memberimu apa - apa.


Jumat, 18 Maret 2016

Insecure

pinterest.com


Assalamualaikum...

Hello, it's scorching hot here in Jakarta and i'm sitting comfy infront of two fans. Haha ... i don't know what's gonna happen with me without these two. I maybe sunk in the sweat i made. Eewh ... 

You know the phrase 'people changes' right, yeah i knew it too. But i really acknowledged it just now. Because i can never think of me change before. I thought i won't ever change and i always be me. Indeed my face feature is the same since i was highschool, i'm still the chubby cheek girl with wide eyes but, i think something is changing inside me.

I was always think of me as a cheerful girl, impulsive, enthusiatic and brave girl. But not anymore. Now as i'm getting aging day by day, i feel more insecure each day. I can't be impulsive and indifferent like i always was. I always worry about what people will think of me. Are they gonna love me? Do they expect me to do this? And stuff. You know what, i never think of me as pretty girl, but i too never feel sooo insecure like this before. I never so worry about my appearance back then, how my face look like or my outfit would fit me well or not. I just go to people talking and laughing, careless about physical appearance. Fashion is not my thing. But now, whenever i look into the mirror, i feel something wrong with my face. I feel so chubby and not pretty. So oldskool and not cool. 

 And somehow i feel so mellow that i wanna hug my self the whole day. I can't approach the future as brave as before, i always worry about tomorrow, what if i get weaker, and dumber and older. I'm coward as the time flies. I'm not the same Tika as before. Which is worse.

And what is make it more worse is, i keep trying to be somebody else. Being pretty, slim and tidy. Talking calmly, look wise and carefully stepping onto something. I've been that type of person lately, and i realize that is not Tika. THAT'S NOT ME AT ALL.

And i feel guilty because i feel like a fake bit*h. 

People keep compliments me and praising about something i am not. These things make me affraid that they might find out who i am really, they will fall in dissappointment and run away from me. I'm affraid they will no longer trust my words, even if i said it sincerely. Because i'm not that wonderful in person. I'm not that shiny, shimmery, person that glow in the dark and cruel world. Sometimes i participate in the cruelty too. Sigh ...

Is this normal, or i'm getting old and feel so coward to approach this huge universe?


Senin, 14 Maret 2016

Xiaomi Redmi Note 2 Atau LG Magna



Saya ...
Baru aja kehilangan hp sepekan yang lalu. Sekarang lagi pingin nabung buat beli hp sendiri. Pinginnya Xiaomi Redmi note 2 atau LG Magna. Kenapa?




Kenapa yaaah :D

Karena saya cuma pingin hp yang selain bisa dipake nelpon dan sms, juga kameranya bagus dan jaringan internetnya mantap. Selebihnya bonus yah. Hahaha...

Semoga tercapai Ya Allah ...
Saya harap kalo kamu ga sengaja ngeliat postingan ini, tolong aminkan yaah.

AAAAMIIIIN ...



Pacaran State of Mind

Assalamualaikum ...
Sekarang usiaku 22 tahun, banyak hal terjadi sejak awal aku mulai blog ini sampai sekarang. Segalanya tampak tidak sama lagi. Waktu merubah seseorang, itu benar. Banyak hal yang sudah mampir di kepalaku, beberapa kali opiniku tentang sesuatu hal berubah - ubah. Sekali waktu aku sependapat dengan satu teori, kali lainnya aku sama sekali menolak. Dan itu terjadi ber kali kali kali dan kali. 

Aku bertanya - tanya, apakah ini yang dinamakan pencarian jati diri?

Aku mulai independent dan melihat dalam sudut pandangmu sendiri. Kamu menimbang dan memutuskan sendiri, sesuai referensi pilihanmu sendiri. Aku pikir saat itulah kedewasaan dan kewaskitaan dibentuk. Maka membaca banyak buku sangat membantu di saat seperti ini, dan mengobrol dengan banyak kepala akan memberikanmu banyak pilihan terbentang dan sudut pandang tak terbatas. Aku memilih, menimbang dan memutuskan. Aku menjadikannya pegangan, hingga aku mulai goyah dan menimbang ulang. 

Dan tiba - tiba saja usiaku 22 tahun.

Opiniku tentang dunia banyak berubah. Tentang Tuhan, agama, hubungan antar manusia dan sebagainya. Belajar di sekolah yang bagus, membuat pandanganku tentang Tuhan semakin cemerlang dan jelas, begitu juga agama. Tapi tentang manusia, tidak pernah mencapai akhir. Setiap hari aku bertemu manusia berbeda. Dan mereka semua ajaib. Mereka memikirkan apa yang belum pernah aku pikirkan. Mereka memandang sesuatu dari sudut 360 derajat terbalik dari caraku memandang. Keajaiban ini memaksaku rileks dan belajar. Memandang secara terbalik benar - benar bukan keahlianku. 

Menurutmu, adakah sudut terbalik dari pacaran sehingga ia harus dilakukan?

Sepanjang eksistensiku di bumi, aku tidak pernah memandang 'pacaran' atau 'love coupling' sesuatu yang harus dilakukan manusia. Mungkin karena perbendaharaan kata dalam keluarga kami sangat sedikit, sehingga orang tuaku tidak pernah menyebut yang satu itu. Bapak dan Ibu selalu menyebut 'hubungan lelaki dan perempuan' tanpa kosakata pacaran. Aku hanya mendengarnya dari tv, jauh di balik kaca dan tak terjamah. 

Beranjak remaja aku mulai mengerti. Pacaran? Oh hubungan kasih lelaki dan perempuan yang saling tertarik satu sama lain, entah secara fisik atau karakter. Aku mencoba memahaminya. Karena aku mulai berpikir, kalau aku suka padanya lalu kenapa?

Apakah aku akan pacaran dengannya?
lalu?
Apa yang terjadi kalau aku suka pada seorang lelaki yang ganteng di usia sd?
smp?
sma?

Seseorang bilang pacaran untuk berakhir dalam pernikahan bersama - sama. Tapi siapa yang menikah di usia sekolah?!

Saat aku lulus sekolah, pacaran mulai terdengar seperti kewajiban. Seperti SIM, KTP, KK, semua orang harus punya, setidaknya bisa menunjukkan saat ditanya. Namun sayangnya bersamaan dengan itu pemahamanku akan hubungan lelaki dan perempuan bertambah. Tentang lelaki dan insting alaminya secara umum, dan perempuan dengan perasaan sentimentilnya secara umum. Saat ini aku sadar, pernikahan adalah hal paling serius dalam sejarah eksisitensi manusia. Sakaral, berat, rumit, juga manis tentu saja. Dan pacaran tidak ada separuh dari kesakralan pernikahan. 

Pacaran itu no strings attached. Tidak ada sumpah, janji, legalitas hukum negara dan ikatan dalam nama Tuhan. Pacaran hanya soal perasaan yang samar. Soal cinta yang tidak nyata. Karena tidak ada yang dibuktikan dan dikorbankan. Kenapa manusia harus pacaran? Kenapa wanita harus sakit hati karena lelaki yang bukan siapa - siapa di hadapan hukum? Kenapa lelaki harus selalu menuruti permintaan perempuan yang dia tidak punya tanggung jawab apa - apa di hadapan Tuhan? 

Perempuan itu bisa meninggalkannya kapan saja ...
Lelaki itu bisa meninggalkannya kapanpun dia mau ...

Akan ada banyak hati yang luka. Mata yang berlinangan air mata. Kenangan buruk. Dan jika kamu percaya agama, dosa yang menumpuk.

Entahlah ... 
Usiaku kini 22 tahun, aku bebas dan berhak mencintai siapapun. Aku tidak layak dilukai, dan apa kuasaku melukai hati lelaki bebas dan bergairah di luar sana? Entahlah, aku tidak paham.

Hei, kamu yang pacaran, what is your state of mind actually?




PS : Buat kamu yang pacaran tanpa pernah menimbang perasaan orang tuamu dan agamamu.
       Buat kamu yang pacaran tapi terlalu pengecut memutuskan.
       Buat kamu yang pacaran karena kebingungan.

Aku Merasa, Kamu Juga


Kalo dalam drama komedi romantis yang tokoh utama wanitanya candy candy, biasanya dia akan merasakan cinta sepihak, merasa tidak cantik dan tokoh utama laki - laki mungkin ga akan suka sama dia. 

Dan si tokoh utama laki - lakinya pun sama, dia merasa si tokoh utama wanita ini tidak akan suka laki - laki seperti dia. Jadi dia diam - diam back off. 

Padahal semuanya cuma rasa - rasa yang belum terkonfirmasi.
Hal ini juga terjadi bukan cuma pada pasangan kekasih, tapi juga persahabatan, tetangga, dan jenis hubungan antar manusia lainnya. Karena memang perasaan itu jauh dibalik kulit, dan tidak kasat mata. Demi berhati - hati kita sering meraba - raba. Kita berusaha mengulur perasaan kita yang dibalik kulit, menyusupi perasaan orang lain di balik kulitnya. Terkadang kalo perasaan kita berbalut intuisi yang kuat, apa yang kita rasakan benar. Namun yang salah rasa dan misunderstanding lebih sering terjadi.

Karena perasaan saja tidak cukup. Kata - kata harus mengkonfirmasi. Perilaku harus menvalidasi.
Mungkin perasaan yang tidak terkonfirmasi itu bisa saja salah.Namun satu hal yang pasti. Kalo aku menebak - nebak soal perasaanmu tentangku, dan kamu yang meraba perasaanku tentangmu, itu karena kita saling peduli.

Selasa, 19 Mei 2015

Pungguk Merindukan Bulan


Berkilauan. Itulah kesanku saat pertama kali bertemu denganmu. Saat itu di parkiran sekolah, aku baru saja memarkir sepeda BMX butut yang dibelikan Papa lima tahun lalu. Kau berada di antara barisan motor Ninja dan Satria F milik siswa berpunya.  Jantungku berdebar karena kau begitu cantik dan anggun, hingga aku malu menatapmu dengan mataku yang hina ini. Seseorang yang tampak posesif berdiri di dekatmu. Aku kenal dia, Yanto, anak kelas 2 IPS yang bodoh dan begajulan, namun karena bapaknya pejabat teras daerah, sekolah tetap mempertahankannya.
Yanto sedang mengobrol bersama gengnya, sesekali ia menyentuhmu, dan kulihat kaupun menyukainya. Ntah kenapa aku gemetar karena rasa cemburu. Padahal baru sekali aku melihatmu. Saat itu aku mulai penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentangmu.
*** 
Kali kedua aku melihatmu adalah saat aku pergi belajar kelompok ke rumah Edo. Aku tidak menyangka akan berpapasan denganmu di depan pintu rumahnya. Aku menatapmu sejenak yang bergeming tidak menghiraukan keberadaanku. Dengan anggun matamu yang sejernih lampu halogen menatap lurus ke taman bunga. Aku sadar, aku hanyalah seorang anak penjual gado - gado di pasar. Apalah artinya aku dibanding  Yanto yang uang sakunya sehari setengah juta. Dia pasti bisa memenuhi kebutuhanmu yang kabarnya mahal itu.
Dengan menggeleng pelan aku melanjutkan langkahku menuju ruang tamu tempat Edo dan yang lain sudah berkumpul untuk belajar bersama. Kami belajar logaritma, judul yang baru diajarkan di sekolah tiga hari yang lalu. Bisanya ini soal kecil bagiku, namun kali ini aku sulit berkonsentrasi. Pikiranku terus-terusan melayang pada sosok aduhai di depan pintu. Iya, itu kamu.
Karena sudah tidak tahan, aku memberanikan diri bertanya tentangmu pada Yanto, yang sedari tadi cuma main PS milik Edo. Aku juga heran mengapa ia berada di sini, kami kelas IPA dan Yanto IPS, tentu ia tidak ikut belajar kelompok.
“Yang di luar itu, kecengan baru To, siapa namanya?” Tanyaku dengan nada sambil lalu, seolah aku iseng saja.
“Oh… itu Vixy, kenapa cakep yaah.” Jawab Yanto sambil matanya tidak lepas dari layar TV.
“Oh, lumayan sih. Boleh gue kenalan?” Dadaku berdegub kencang membayangkan bisa menyentuhmu dan mendengar suaramu.
“Nggak.” Degub di dadaku seketika berhenti. Dengan lesu aku membetulkan kaca mataku dan kembali ke meja belajar. Saat ini mungkin tidak bisa, tapi lain kali. Janjiku dalam hati.
*** 
Kali ketiga aku melihatmu, aku benar-benar dimabuk kepayang oleh pesonamu. Aku sudah berusaha mengalihkan pandangan darimu yang terus menempel pada Yanto di sekolah. Namun saat pulang sekolah kau muncul di pasar yang biasa aku datangi bersama Mama. Susah payah aku memutar jalan agar tidak berpapasan denganmu. Lalu keesokan harinya saat aku beli bubur di depan gang rumahku, kau juga ada di sana. Ntah bersama siapa. Namun kau berkilau seperti biasa, seolah kau memang diciptakan surga untuk merayuku, pemuda SMA yang pandai namun miskin ini.
Aku sudah tidak tahan lagi. Mataku terus-terusan melihatmu berada dimana-mana. Mengapa Tuhan begitu tega padaku memberikan cobaan seberat ini. Mengapa aku terus menatap milik orang lain yang tentu saja tidak bisa aku miliki.
Tiga hari ini aku bolos sekolah. Tidak biasanya aku begini. Namun segalanya mungkin terjadi sejak aku bertemu denganmu. Mama dan Papa berusaha membujukku akan membelikan apapun yang aku inginkan. Namun aku tidak ingin benda – benda berharga lainnya, aku cuma ingin kau. Yang menungguku di depan rumah setiap pagi dan mau menemaniku ke sekolah. Lalu sorenya saat pulang sekolah kita bisa berkeliling kota, kemanapun tempat yang kau suka. Tampaknya Mama dan Papa tidak mengerti hal ini.
*** 
Aku terbangun di kamarku yang gelap. Tubuhku berkeringat. Aku menyalakan lampu dan menatap jam dinding. Sudah pukul enam sore. Aku menatap keluar jendela, di luar sudah gelap. Aku mencondongkan tubuhku ke luar jendela untuk meraih daun jendela yang berayun keluar. Saat itulah aku melihatmu. Di bawah sana tiga meter dari tempatku berdiri di dalam kamarku di lantai dua. Kau berdiri dengan gesture khasmu di pekarangan rumah tetangga. Tidak salah lagi itu kau, dengan segala keanggunan seorang dewi, dan kilaumu yang tak pudar  meski di malam hari.
Dengan terburu-buru aku menarik daun jendela menutup, menguncinya dan berlari menuruni tangga rumah susun kami dan secepat kilat sampai di bawah. Dengan mengendap-endap aku mengintipmu melalui tembok pembatas antara rumah susun kami dan rumah tetangga.
Kau masih di sana. Terima kasih Tuhan. Aku sedang bertanya – tanya dalam benakku dengan siapa kau kemari? Apa yang kau lakukan di sini?
Mataku tak bosan-bosannya menatap tubuhmu yang berlekuk dan mulus. Bukan hanya mataku, jemarikupun tidak tahan ingin menyentuhmu. Dengan jantung berdegub aku memanjat pagar pembatas dan melompat di atas rumput tetangga yang untungnya tebal. Dengan pelan aku mendekatimu, aku takut mengejutkan pemilik rumah dan melarangku anak SMA yang tidak tau diri ini, mendekatimu yang cantik primadona semua orang.
Akhirnya aku sampai di dekatmu. Dengan gemetar kuelus kulitmu. Kau bergeming. Di waktu maghrib yang lengang dan dibawah sinar bulan yang mulai mengintip di balik awan, menyinari sebuah bandul kecil terbuat dari karet yang menghiasi tubuhmu. Setan menyusup ke dalam dadaku. Timbul niat jahatku untuk menculikmu, sebentar saja. Aku ingin menghabiskan malam ini berdua saja denganmu. Tidak akan lama, aku menatap jam tanganku, tepat jam dua belas tengah malam, aku akan mengembalikanmu seperti Cinderella.
Detik berikutnya aku sudah di tengah jalan, di antara lampu jalanan yang berkelip temaram, berdua saja denganmu. Beberapa kali kuangkat tangan kiri demi mencubit tangan kananku. Rasanya seperti mimpi, aku tidak percaya ada saat seperti dalam hidupku. Berdua saja denganmu berkeliling kota. Aku mengebut membelah jalan raya, baru kusadari bukan hanya kulitmu saja yang mulus, namun suaramu pun merdu. Mesinmu juga mulus satu tarikan saja terasa seperti terbang. Persenelingmupun halus, aku tidak perlu berkali – kali pindah gear saat jalanan sedikit macet. Segalanya sempurna tentangmu.
Saat sedang sibuk mengagumi keelokanmu, mataku menangkap garis hijau fosfor di kejauhan. Aaah… itu polisi. Sedang ada razia kah? Aku menginjak rem dalam jarak dua meter sebelum antrian motor di depanku. Ya Tuhan, remmu pun sangat mantap, dengan cakram hidrolik dua piston, hampir saja aku bersalto di udara jika tidak hati – hati. Dengan sabar aku menunggu giliran berbaris di belakang antrian motor di pinggir jalan. Aku menepuk tangkimu yang muat sebelas liter bensin, dengan sayang. Asalkan bersamamu segalanya terasa indah.
“Selamat sore, boleh lihat SIM dan STNK pak?” Seorang Polisi berjaket hijau mendekatiku.
Dengan santai aku merogoh kantongku yang … kosong! Dengan panik aku merogoh kantong celana jinsku. SIM dan STNK pasti ada di sana, di dalam dompetku. Namun mendung tiba - tiba bergelayut di kepalaku saat kutemukan kantong celanaku juga kosong. Aku bahkan tidak membawa dompet! Aku sedang menyusun dialog di benakku untuk bernegosiasi, namun Pak Polisi terlanjur melihat ekspresi panikku. Dengan tegas ia menarik lenganku dan memintaku turun dari motor. Darimu sayang … gadis impianku.
. Aku menatap jam digital di sebelah speedometermu yang berkelip sedih, mengingatkanku bahwa kau adalah Cinderella yang harus kukembalikan sebelum tengah malam tiba. Dengan berat hati aku digiring menuju kantor polisi, meninggalkanmu bersama mobil barracuda yang sangat tak layak bersanding denganmu.
Polisi segera menelepon orang tuaku setelah tahu aku masih pelajar. Aku menunggu Papa dan Mama datang dengan perasaan galau, khawatir mereka akan marah besar atas skandal yang aku perbuat ini. Akupun takut pemilikmu yang dengan sembrono meninggalkan kuncinya menempel di tangkimu, datang dan memisahkan kita. Namun apalah daya. Dia pemilikmu yang sah, dia yang memiliki STNK dan namanya tertera dalam lembar BPKB. Dan siapalah aku … pungguk merindukan bulan. Pelajar miskin yang jatuh cinta pada Honda CBR 150 R keluaran terbaru.
***

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud )



* Buat KIM, ayuuuk atuh nulis!

* Buat cowok - cowok di SMA. Belajar dulu woy yang pinter, ntar kalo udah kerja punya duit sendiri baru beli motor yang paling gaya!!



I'm Into You (Jatuh Cinta?)



Pertama kali kita bertemu tidak saling menatap wajah. Aku duduk di sisi tabir dan kamu di sisi lainnya. Saat itu kita belum saling mengenal. Kamu siapa, aku siapa? Saat itu benar-benar pertama kalinya. Aku cuma mendengar suaramu yang bariton menjelaskan tentang sesuatu. Aku hanya menyimak bersama teman-temanku. Hari itu berlalu begitu saja. Tidak ada kesan yang membekas kecuali suara baritonmu yang terdengar menyebalkan. 

Terus terang saja, saat itu aku tidak suka suara baritonmu yang mengintimidasi meski aku dibalik tabir. Suara yang membuatku tidak nyaman. Aku malas bertemu denganmu,  apalagi bekerja sama. Dan itu hanya karena suaramu yang bariton.

***


Sejak kecil aku kurang suka bergaul dengan laki-laki. Mereka itu kasar dan tidak peka. Aku hanya berkenalan, tapi tidak berteman. Aku lebih suka berada diantara perempuan, yang hangat dan lembut. Aku sering merasa terintimidasi jika berdekatan dengan laki-laki. Aku juga benci laki-laki yang pemarah dan tega berbuat kasar pada perempuan. Saat itu sulit bagiku untuk bersimpati pada sosok laki-laki. Semua pikiranku tentang laki-laki adalah hal yang negatif. Wajah dan tampilan boleh memesona, namun toh dalamnya sama saja. Dingin tidak berperasaan. Aku tidak pernah jatuh cinta, kecuali pada tokoh fiksi dalam buku, komik dan drama. Ayah dan Ibuku mulai khawatir. 



Tidakkah aku menyukai laki-laki?



Aku mengintip ke dalam hatiku sendiri. Apakah aku suka laki-laki? Aku terkejut, aku menyukainya. Aku masih menyukai laki-laki. Hanya saja aku belum menemukan sosok yang tepat seperti yang aku idamkan. Yang baik, lembut, dan penyayang seperti dalam drama. Ibuku berkali-kali menyadarkanku. Laki-laki dalam drama tidak ada. Tidak ada manusia yang sempurna. Aku semakin terpuruk. Lalu kepada siapakah aku harus jatuh cinta nantinya? Tidakkah aku jatuh cinta?


Selama masa remajaku yang ceria, hatiku terus tertutup untuk laki - laki. Tidak ada kesempatan bagi mereka mengetuk pintu hatiku. Meski wajahnya tampan, mulutnya manis, perilakunya sopan. Siapa yang peduli? Bukankah Kantong Semar mengeluarkan madu untuk menjebak serangga? Dan aku tidak mau jadi serangga gepeng yang patah hati dibantai laki- laki. 


***  
Suatu hari seseorang datang padaku. Lalu berlanjut pada orang tuaku. Dia berbeda. Dia baik, santun, dan tampak bisa diajak kerja sama. Aku memberinya kesempatan memasuki teras hatiku. Namun Allah belum menjodohkan kami. Dengan segera kuusir ia dari teras hatiku. Kusapu semua tentang dia hingga bersih tak bersisa.Semudah itu.

Orang bilang cinta itu datang tiba-tiba, tanpa bisa kita prediksi pada siapa ia akan berlabuh. Namun aku bersyukur pada Allah, yang memurnikan cintaku sejak muda. Cintaku bisa diajak kerja sama. Aku tahu siapa yang harus aku cintai, dan siapa yang tidak. Aku tahu pada siapa hatiku harus berlabuh. Cintaku tidak jatuh di mana saja.

***  

Sejak saat itu, hatiku kembali berpagar tinggi. Tidak ada satupun laki - laki yang menarik perhatianku, kecuali Ayah dan adik - adikku. Semua laki- laki tampak sama. 

Hingga pindah kesini, dan bertemu denganmu.



Kamis, 14 Mei 2015

Haiku

Selamat paaaaaagi!

Cuma mau bilang pagi ini berisik sekali di whatsapp, sampai hape-ku kolaps.

Beberapa grup yang biasanya sunyi, pagi ini berisik sekali.

Ada apa siih...


Anggap saja Haiku, Jakarta 15 Mei 2015

Rabu, 13 Mei 2015

Peta




Ia tidak tahu berada di mana. Ia membalik halaman buku tebal di tangannya dengan tak sabar. Namun ia masih tak tahu berada dimana. Ia merasa sudah mencatat semuanya di buku ini.
 “Aaaaaah…” Gedebuk!
Reno terbangun di lantai penginapan yang hangat. Ia mengusap dahinya yang berkeringat sambil mengumpat. Ia benci Lampung! Panas! Lebih panas dari Jakarta. Gerutunya dalam hati.
 Dengan kesal ia mendorong  jendela terbuka. Tampak jalanan Tanjung Karang yang sibuk. Dengan kesal ia memandang sekitar lalu duduk di atas tempat tidurnya.
Reno suka ketenangan, aman dan stabil. Ia benci hal-hal baru, travelling, makanan baru. Ia juga benci membaca peta. Namun pencarian ini memaksanya berjalan jauh hingga ke Tanjung Karang, sebuah kecamatan di Bandar Lampung, gerbang masuk pulau Sumatera. Dan sepanjang perjalanannya nanti ia hanya ditemani sebuah buku tebal bersampul plastik ini.
“Buku apa ini Ren, tebel banget.” Tanya kakaknya sebelum ia pergi.
“Buka aja!” Jawab Reno sambil tersenyum.
Kakak Reno melongo menatap isi buku yang berisi tulisan tangan setebal lima ratus halaman itu.
“Ini peta?” Reno mengangguk sambil terus mengepak barang.
“Tapi lo kan benci peta Ren?”
“Ya makanya gue tulis sendiri!” Tukas Reno sambil mengambil buku tebal itu dari tangan Kakaknya dan melemparkannya ke dalam tas. Peta buatannya.


Jakarta Mei 2015

Tantangan menulis flash fiction sepanjang 200 kata Komunitas Islam Menulis,
(KIM)
Twitter : @kimenulis
Instagram : kimenulis