Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

Insecure

pinterest.com


Assalamualaikum...

Hello, it's scorching hot here in Jakarta and i'm sitting comfy infront of two fans. Haha ... i don't know what's gonna happen with me without these two. I maybe sunk in the sweat i made. Eewh ... 

You know the phrase 'people changes' right, yeah i knew it too. But i really acknowledged it just now. Because i can never think of me change before. I thought i won't ever change and i always be me. Indeed my face feature is the same since i was highschool, i'm still the chubby cheek girl with wide eyes but, i think something is changing inside me.

I was always think of me as a cheerful girl, impulsive, enthusiatic and brave girl. But not anymore. Now as i'm getting aging day by day, i feel more insecure each day. I can't be impulsive and indifferent like i always was. I always worry about what people will think of me. Are they gonna love me? Do they expect me to do this? And stuff. You know what, i never think of me as pretty girl, but i too never feel sooo insecure like this before. I never so worry about my appearance back then, how my face look like or my outfit would fit me well or not. I just go to people talking and laughing, careless about physical appearance. Fashion is not my thing. But now, whenever i look into the mirror, i feel something wrong with my face. I feel so chubby and not pretty. So oldskool and not cool. 

 And somehow i feel so mellow that i wanna hug my self the whole day. I can't approach the future as brave as before, i always worry about tomorrow, what if i get weaker, and dumber and older. I'm coward as the time flies. I'm not the same Tika as before. Which is worse.

And what is make it more worse is, i keep trying to be somebody else. Being pretty, slim and tidy. Talking calmly, look wise and carefully stepping onto something. I've been that type of person lately, and i realize that is not Tika. THAT'S NOT ME AT ALL.

And i feel guilty because i feel like a fake bit*h. 

People keep compliments me and praising about something i am not. These things make me affraid that they might find out who i am really, they will fall in dissappointment and run away from me. I'm affraid they will no longer trust my words, even if i said it sincerely. Because i'm not that wonderful in person. I'm not that shiny, shimmery, person that glow in the dark and cruel world. Sometimes i participate in the cruelty too. Sigh ...

Is this normal, or i'm getting old and feel so coward to approach this huge universe?


Sabtu, 23 Maret 2013

Pacaran = Hoax

Assalamualaikum...

This saturday night i wan't to talk about...

"PACARAN"
ciyuss miapah?!
Dijamin lebih serius dari Aquarius deh.

By the way... akhir-akhir ini aku sering dicurhatin teman-teman cewekku tentang pacarnya. Macem-macem ceritanya. Adanya si dia ngambekan, suka ninggalin, BBMan ama musuh bebuyutan cewenya, ga perhatian dan blah... blah... blah. Dan dengan santai dan hampir bosen aku selalu bilang " Ya udah kenapa masih pacaran, putusin aja." Dan temanku ini ngeles dengan ribuan argumentasi paling ga logis yang pernah ada. Salah satunya, karena sayang. Sayang? Hari giniii... nyayangin yang begonoan? 

Sampai sekarang dan maybe ever, aku masih belum paham logika orang pacaran. Mencintai orang lain yang bukan siapa-siapa sebegitu dalam till you got a hickey *oops on your neck. 

Banyak yang suka lempar statement bahwa pacaran itu sebuah kebutuhan. Semua anak yang beranjak remaja mesti pernah ngalamin. Untuk penyemangat belajar, sekaligus pengalaman bercinta. Alasan yang ga begitu valid. Dari yang aku saksikan di lapangan (baca: sekolah) faktanya sama sekali ga begitu. 

Case #1
Gadis 1: Kamu kenal ... ga sih? ...................................................................................................................
Gadis 2: Iya aku kenal, mantan kamu kan?
Gadis 1: Iya waktu SMP.
Gadis 2: Dia itu cowok resek.
Gadis 1: Katanya dia mainin kamu ya?
Gadis 1: Ga sih, aku yang mainin dia. Dia kan cuma selingkuhan, tapi dia ga tahu.
Gadis 2: Oyah?!

Dari dialok di atas aku jadi tahu kalo pacaran tuh kegiatan paling ga mutu dan cuma saling nyakitin. Banyak murid yang diciptakan cerdas ama Allah jadi tolol mendadak cuma gegara kegiatan ga mutu satu ini. 

Case #2

Ty : Tikaa... aku sebel sama ...dia selalu ninggalin aku. Aku ditinggal ke kantin, ditinggal tidur, ditinggal ngegame
Ti  : Lha kaya gitu masih suka?
Ty : Gimana lagi Tika.
Ti  : Ya udah kamu gantian tinggalin dia, gampang kan?
Ty : Udah Tika, tapi dia malah, "Ya udah kamu tidur aja yang, aku mau pulang. Mau main PS."
Ti  : Ya udah kalo mau pacaran ama ... emang harus gitu, nikmatin aja...........................................................

Dari dialok nyebelin di atas, aku jadi tahu kalo "mikirin orang yang sama sekali ga mikirin perasaan kita itu makan hati banget" Banyak cewek ato cowok yang galau gegara simbiosis merugiisme ini. Nggak banget.

Case #3

Teman 1: Kamu tahu ga, Julian follow mas...!!
Teman 2: Trus gimana?
Teman 1: Ya langsung aku buka twitter Julian, aku unfollow.in
Teman 1: Awas ketahuan!
Teman 2: Iya aku takut, aku masih sayang banget ama Julian.........................................................................

Gombalmu! 
Dari dialok miris diatas aku jadi prihatin banget, kalo pacaran cuma hubungan penuh tipu-tipu. Selingkuh sana-sini, gombal sana-sini, PHP sana-sini. 

Jadi pacaran sebelah mana sih yang katanya penyemangat belajar dan penambah pengalaman hidup? Semua cuma tipuan yang ngabisin masa muda kamu dalam kesia-siaan. Seharusnya kalo kamu ga pacaran, kamu bisa lebih free, kreatif dan semangat belajar. Karena ga ada yang dipikirin. Ga ada yang dicemburuin, di sakit hatiin. 

Terus kalo udah cinta gimana? Cinta kan emang ga ada logika?

Cinta tanpa logika itu cinta yang ga sehat. Cinta itu harus beralasan, agar cinta kita punya tujuan dan berakhir menguntungkan!

Dan yang paling penting, cinta bukan karena Allah, dan tidak dijalin di jalan Allah, tidak pernah berakhir bahagia. Dan satu lagi yang penting, akhir yang bahagia itu aslinya ga ada. Karena cinta karena Allah itu abadi di surga dan otomatis bahagia. 

Kalo pacaran sehat, ato pacaran Islami.

Karena pacaran itu belum halal, rumit, makan hati, ganggu semangat belajar, jadi Islam tidak menganjurkan pacaran. Pacaran Islami itu HOAX. No Hadits, No Qur'an = Hoax.

Jadi karena pacaran begitu rumit dan merugikan, apakah aku pacaran? Nggak. Nggak pernah. Nggak mau. Dan nggak akan pernah mau. Aku mau jatuh cintaku itu spesial. Ga cepet habis trus jadi mantan dalam hitungan bulan, atau tahun, atau abad. Aku mau cintaku itu selamanya, satu-satunya, ga habis-habis dan ga dosa.

Aku cinta Allah
Aku cinta siapapun yang cinta Allah
Aku mau Allah cinta aku dan orang yang aku cintai karena Allah.

Itu! (Ala Mario Teguh)

Think again Honey, he's not the only best one. The only one, just hasn't appear yet. 


Minggu, 11 Maret 2012

Si Ganteng Dari Prancis

Gue barusan liat TV dan kebetulan pas Metro TV. Waahh... ada acara favorit gue ternyata, Kick Andy Show! Bedanya ini ulangan kemaren Kick Andy Heroes. Waahh...gue langsung semangat ngeliat orang-orang leren di Indonesia dapat award.
Gue nggak tahu ini udah hero ke berapa, yang jelas ada ibu-ibu yang gue belum kenalan (jadi ga tahu namanya siapa) yang ngomong di mimbar tentang profil hero satu ini. Dia ngomong cani...cani...berkali-kali dan disebut-sebut juga sarjana dari Prancis. Ooohh...namanya Cani?! Atau Cak Ni atau gimana sih?? Gue masih serius ngelipat jidat sampai ada cowok guaaannteeeng masuk ke layar kaca. 

".....Caniii.." ooh... ini Cani?!

Chanee Kalaweit

Chanee and family

Ternyata pas dia baca pidato baru gue ngeh! Si ganteng ini ternyata emang orang Prancis dan hijrah ke Indonesia demi melindungi hutan di Kalimantan. Dan namanya Chanee euy, bukan Cak ni!! Ya ampuuunnn... ini bule cakep cakep dateng ke Indonesia cuma buat ngurusin hutan?! Orang indonesia kemanaaa...KEMANAAAA???!!!

Gue langsung terharu setelah ngeliat betapa gantengnya baiknya dia. Demi menjaga kelangsungan hidup biota hutan dan hutan sendiri rela dateng ke negara gue yang menyedihkan ini. 

"Terima kasih buat istri saya, anak-anak saya. Karena mereka saya makin semangat. Kan buat masa depan mereka juga" Yaaa ampuuunnn.... ini bule udah ganteng sayang keluarga lagi!

Sejak barusan, gue jadi berazam pada diri sendiri, gue juga harus buat negara gue yang menyedihkan ini, gue juga mesti rela berjuang demi cowok ganteng Indonesia. Selama ini gue udah paling greenpeace lho, ketimbang temen-temen gue yang hobi buang hajat sembarangan. Gue selalu buang sampah pada tempatnya dan menghindari pemakaian plastik sebisa mungkin.

Jadi ... wanna be my side? Let's make the world a better place for our children and our children's children. 
AllahuAkbar... Ganbarimashou!!

PS: Eh si Chanee juga ada blogspot lho, check this out!

Selasa, 06 September 2011

Let's Talk About Marriage (again)



Assalamualaikum....
Pengumuman saya sedang galau. Ini hanya galau ringan, tapi disarankan untuk membaca curhatan saya dengan penuh perhatian. Karena keinginan orang galau hanya ingin diperhatikan. *ohjujurnya BTW saya udah pernah cerita soal marriage kan sebelumnya. Tapi saya belum ceritakan mengapa saya begitu terobsesi dengan pernikahan .........dini.



Awalnya, ketika saya kelas 6 SD (parah) saya membaca buku karya Izzatul Janna ft Rabi'ah Aladawiyah, bertajuk Diary Pengantin. Buku itu menceritakan awal-awal Izzatul Jannah membangun rumah tangga bersama suaminya dan awal mereka ta'aruf. Tapi yang membuat saya terobsesi adalah cerita Robi'ah Al-adawiyah yang mengutarakan ia siap menikah pada bapaknya. Usianya relatif muda 23 tahun. Dan quote favorit saya adalah ketika Robi'ah membaca visi misi yang tertera di proposal calon suaminya saat ta'aruf, yaitu

"Menikahlah, karena menikah adalah sunnah yang bersejarah"

Sejak saat itu saya bermimpi untuk menikah sejak usia muda, dengan suami yang juga berusia muda tentunya!! Apa lagi saat itu juga sedang booming buku karya Haikal Siregar putra Pipiet Senja yang menikah di usia 19 tahun dengan pasangannya yang sebaya. Kalo ga salah judul bukunya 'Nikah Dini Kereeen'.



So i'm getting mad with young marriage!!

Akhir SD sampai awal SMP saya terus memikirkannya. Tentang seperti apa pernikahan itu, hingga pria idaman saya yang akan jadi suami saya nantinya. Dalam bayangan saya, suami saya adalah pria muda sebaya saya. Dia haruslah sholeh, aktivis dakwah dan tampan. Dia juga harus baik dan ramah pada saya. Jadi kita akan bekerja sama sebagai sahabat seumur hidup, bukan hanya atasan dan bawahan.



Mimpi-mimpi tentang pernikahan dini itu terus memenuhi angan-angan saya hingga akhir SMP. Jadi seolah-olah saya telah memikirkan dengan matang seperti apa gambaran pernikahan saya nanti, juga kehidupan rumah tangga saya.
Kami akan menjlankan konsep rumah tangga islami bersama-sama. Kami kan bergandengan tangan saling membantu. Saya adalah tipe gadis yang slengekan dan sangat spontan. Jadi saya selalu membayangkan suami saya nantinya adalah teman saya, yang saya akan ngobrol dengannya ketika hati saya gundah. Tidak ada rasa sungkan ataupun hormat yang berlebihan.
Saya juga sangat fleksibel. Jadi tidak masalah apapun pekerjaan suami saya nantinya, ataukah kami harus tinggal berjauhan. Karena kita menikah dan akan saling mencintai karena Allah, bukan sekedar a temporary passion. Jadi saya terus membayangkan diri saya sebagai seorang wanita dan seorang lelaki shaleh di samping saya hingga masa-masa transisi saya datang dan menggoyahkan angan-angan saya.
Kenaikan kelas menuju SMA saya tinggal di rumah bersama keluarga saya. Ibu saya adalah orang yang sangat terbuka. Beliau terbiasa untuk mendiskusikan segala sesuatu bersama saya, termasuk soal rumah tangga. Kami berdikusi tentang Bapak saya, tentang om saya, juga tentang para suami binaannya yang kerap curhat padanya. Saya mulai benar-benar berpikir sebagai wanita dewasa. Beyond everything...Ibu saya mengajak saya menyelami pikiran para lelaki dan mencoba mempelajarinya. Saya mengumpulkan banyak kata 'ternyata' di benak saya. Dan saya segera menjadi wanita dewasa yang kuat, penuh pertahanan dan kekanakan sekaligus. Tapi semua 'ternyata' itu mempengaruhi 'obsesi pernikahan dini' saya. Karena ternyata, tidak ada lelaki dewasa yang hanif, sholeh dan cukup bertanggung jawab di usia sebaya saya!!*patahhati
jadi saya mulai mengubur obsesi kronis saya perlahan-lahan. Saya bahkan mulai belajar membayangkan saya akan menikah di usia 30 tahun!! Wow ekstrem... Hingga suatu hari seseorang datang. Dia juga sama gilanya dengan saya, dengan obsesi nikah dininya yang juga kronis. Angan-angan sayapun kembali ketempatnya semula, berada di sela-sela pikiran saya. Sekarang...setelah angan-angan gila dan naif saya kembali, akankah dia datang sesuai ekspektasi saya? Lelaki berusia belia yang sholeh, hanif, ramah, baik hati dan tidak sombong, adakah??? Allah'alam

*saya pikir saya na'if...apakah anda setuju?

Jumat, 31 Desember 2010

Happy New Year!!

Assalamualaikum......
whoaaa...ini adalah hari pertama di bulan Januari alias tahun baru. Semalam di luar hujan deras, tapi tetep aja ada yang ngerayain tahun baru dengan keliling jalan raya. Kebanyakan mereka anak remaja yang belagak keren dengan menggebah sepeda motor kurus karena sering dipreteli, dengan suara krentenggg...nya bikin emak-emak yang denger jantungan!! Sumpah bego!
Sebenernya ini cerita Ibuku yang jualan dipinggir jalan semalem. Beliau lagi asyik-asyik menikmati suara hujan yang sudah cukup membuat pori-pori makin lebar, bukan karena kedinginan tapi emang karena aging!Tapi gara-gara mendengar suara krentengan klapot bekas modifikasi tangan-tangan bau ingus dan bau duit hasil morotin ortu, Ibuku langsung bangun terduduk dengan kaget. Beliau kira jantungnya sudah copot dan sedang mendengan suara malaikat zabaniah yang bernyanyi. Tapi karena disadarkan oleh gigitan nyamuk setengah aedes aegypti setengah mak lampir (karena nyedotnya banyak banget ampe anemia) Ibuku jadi sadar itu bukan suara malaikat zabaniah dan setelah diraba dirasa tapi sayang ga bisa ditrawang, ternyata jantungnya masih ada. Setelah sadar ternyata suara remaja-remaja blasteran (blasteran ama gorilla) karena udah keliatan behaviournya yang emang kaya king kong, Ibuku langsung ngelus dada dengan penuh prihatin sekaligus bersyukur bin alhamdulillah anak-anak cowoknya dirumah anteng, shoeleh (paling), dan ga suka kelayapan kaya blasteran gorilla. Yang sebenernya emang adek ku (anak ibuku yang cowok) ga berminat ama begituan, bukan karena do'i anak yang santun bin anteng plus alim tapi karena emang belum lancar naik motor!!! Hwaahahahahahahaha (ketawa khas kakak pertama yang berkuasa) Jadilah malam tahun abru Ibuku yang seharusnya mengalun syahdu bersamaan dengan muhasabah dan nyanyian rohani nyamuk-nyamuk klan kyuubi, jadi pengalaman buruk yang sangat mudah dilupakan.
Jadi teman-teman blogger dan reader yang insyaAllah sholeh dan sholehah apa kita sudah muhasabah diri, menghabiskan 12 bulan kemarin dengan amalan sholih sehingga puas dan berhak merayakan tahun baru ini dengan suka cita dan gegap gempita, atau malah penyesalan dan pertaubatan atas 12 bulan yang sudah tersia-siakan dengan ruginya???? Semoga Allah menerima amalan sholeh kita selama 12 bulan kemarin (menurut tahun bikinan julius caesar) dan mengampuni dosa-dosa kita selama 12 bulan kemarin. Aaamiinnnn. Assalamualaikum ^_^

Rabu, 29 Desember 2010

Wanita Itu Ibuku

Ini adalah sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dstnya




Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun berapaan udah lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.







Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.







Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting.







Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.







Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.







Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah.







Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.







Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.







Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket.





Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek.





biar bagaimanapun ibu kita tetaplah ibu kita....sampai ajal menjemput tak ada kata mantan ibu maupun mantan anak...
smg crt ini bermanfaat.....





Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik

♥●•٠·˙ Diatas Sajadah Cinta ˙·٠•●♥


credit: Roni Irmunika Sandu via facebook.
from Diatas Sajadah Cinta by: Habiburahman El-Shirazy

Ayam dan Bebek

AYAM DAN BEBEK

Sepasang pengantin baru tengah berjalan
bergandengan tangan di sebuah Taman pada suatu
malam musim panas yang indah, seusai makan malam.
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan
tatkala mereka Mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”
“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”
“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.
“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.
“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! Kuek!’
Itu bebek, Sayang,” kata si suami dengan disertai gejala-gejala
awal Kejengkelan.
“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.
“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.
“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari
Menghentakkan kaki.
“Dengar ya! Itu a... DA... Lah... Be... Bek, B-E-B-E-K. Bebek!
Mengerti?” si suami berkata dengan gusar. “Tapi itu ayam,” masih
saja si istri bersikeras.
“Itu jelas-jelas bue... Bek, kamu... Kamu....”
Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami
mengatakan sesuatu Yang sebaiknya tak dikatakannya. Si istri
sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam....”
Si suami melihat air Mata yang mengambang di pelupuk Mata
istrinya, Dan Akhirnya.... Wajahnya melembut Dan katanya
dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu
memang suara ayam kok.”
“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam
tangan Suaminya.
“Kuek! Kuek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka
berjalan Bersama dalam cinta.
…………..
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa
sih yang Peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah
keharmonisan Mereka, yang membuat mereka dapat
menikmati kebersamaan pada malam yang Indah itu.
Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara
persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau
bebek”?
Ketika Kita memahami cerita tersebut, Kita akan ingat apa yang
menjadi Prioritas Kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang
mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek.
Lagi pula, betapa sering Kita merasa yakin, amat sangat mantap,
mutlak bahwa Kita benar, namun belakangan ternyata Kita salah?
Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa
genetik sehingga bersuara seperti bebek!

Memaafkan Dengan Sempurna

SAKIT HATI merupakan situasi kejiwaan yg mungkin hampir dialami semua insan, entah itu karena pengabaian, penolakan ataupun hal hal sepele dalam satu kisah Cinta yang tak bersambut. Tidak jarang terjadi, silaturahmi yang terjalin sekian lama dan kian mendekat itu kemudian berubah menjadi sebuah api kecil yang merenggangkan sebuah jalinan ukhuwwah.

Iblis memang pintar, mereka menyelinap dalam egoisme, membuat kita merasa benar dan berhak atas kemarahan yang sebenarnya tidak perlu berkepanjangan itu, bahkan tidak jarang juga membuat kita terlupa atau mengabaikan beberapa kaidah kaidah keindahan hukum dalam Islam yg sempurna ini.

Saya tertarik untuk membahas kembali catatan lama ini karena terenyuh mendengar kisah seorang Ahwat yang dimusuhi rekan dakwahnya sendiri karena Cintanya tak bersambut? Si akhwat begitu menderita dengan kondisi demikian, kondisi semakin memburuk ketika sang Ikhwan yang faqih itu terus menyerang si akhwat dengan dalil dalil yang membuat si Akhwat terus merasa bersalah.

Adakah kaidah kaidah keilmuan dalam Islam bisa digunakan untuk kepentingan diri pribadi atau sekedar ingin memenangkan perspective sendiri?

Tidak demikian! Tidak mungkin seorang Hamba bisa Menipu Tuhannya.
Apapun bentuknya, dalam kondisi apapun dua muslim yang bermusuhan tetap berada dalam keadaan merugi, bahkan sangat sangat merugi karena terlepas dari ampunan Allah..

Allah akan menangguhkan pengampunan-Nya kepada dua jiwa yg tercemari permusuhan dan kebencian,..

“Semua amal manusia diperlihatkan (kepada Allah) pada setiap Jum’at (setiap pekan) dua kali; hari senin dan hari kamis. Maka setiap hamba yang beriman diampuni (dosanya) kecuali hamba yang di antara dirinya dengan saudaranya ada permusuhan. Difirmankan kepada malaikat :” tinggalkanlah atau tangguhkanlah (pengampunan untuk) dua orang ini sehingga keduanya kembali berdamai” (HR Muslim : 4/1988, Riwayat dari Abu Hurairah Ra)

Sebetulnya dalam hati hati yang lembut itu tersedia pasokan maaf, kemarahan itu hanya bergelora beberapa saat saja ketika iblis mempengaruhi emosi kita, saat pengaruh itu hilang akan ada bisikan nurani untuk memaafkan dan di ikuti sesal sesal...

Tapi kemudian, egoisme pemikiran kita menolaknya dan menjaga kebencian itu hingga menahun.
Sungguh, Islam mengajarkan kita untuk memaafkan dengan sempurna.

Bukan tidak ada konsekuensi di balik ajaran Islam yang indah, ada ketentuan dan batas batas yang harus kita patuhi. Dalam sebuah Al-Hadits Rasulullah telah memberi Ultimatum, bahwasaanya marah itu tidak boleh lebih dari tiga hari.

“Tidak halal seorang muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari, barang siapa memutuskan lebih dari tiga hari dan meninggal maka ia masuk neraka”

(HR Abu Dawud, 5/215, Shahihul Jami’ : 7635, Diriwayatkan dari Abu Hurairah)

Betapa indah makna yang tersembunyi di dalamnya. Jika kita renungi, seakan Islam telah memahami bahwasannya rasa marah itu ada, sehingga kita bisa saja marah dalam batas batas tertentu - tapi - di ikuti dengan konsekuensi jangan lebih dari tiga hari.

Dan konsekuensi itu tidak tanggung tanggung, yaitu berupa ancaman NERAKA YANG MENDIDIH jika ternyata dalam tiga hari itu salah satu dari kedua jiwa yang tidak rapih itu meninggal.

Masya Allah..
Betapa meruginya ketika kita membuat sakit hati seseorang lalu kita mengabaikan maaf sampai suatu hari kita terlupa dan orang yang kita putuskan persaudaraannya itu meninggal? Atau kita yang meninggal duluan...

“Barangsiapa memutus hubungan dengan saudaranya selama setahun maka ia seperti mengalirkan darahnya (membunuhnya) “

(HR Al Bukhari Dalam Adbul Mufrad no : 406, Shahihul Jami’: 6557 | Dari riwayat Abu khirasy Al Aslami Ra)

Betapa sadisnya..
Bayangkan jika yang kita musuhi itu keluarga kita, paman kita, adik kita, kakak kita, atau tidak jarang cerita anak sama mamah atau ayah sendiri ?

Apa yang Harus Kita Lakukan?



ISLAM MENGAJARKAN KITA MEMAAFKAN DENGAN SEMPURNA,

Lupakan siapa yang bersalah atau siapa yg harusnya minta maaf. lembutkan hati dan ulurkan maaf, karena minta maaf tidak akan merugikan amal dan harta kita ^_^

Tidak ada pilihan, karena hukum telah jelas dan Islam telah sempurna. Kita harus segera bertaubat kepada Allah, dan bersilaturrahim kepada orang yg kita putuskan tali persaudaraannya dengan terlebih dahulu memberinya salam.

“Tidak halal bagi seorang laki-laki memutuskan hubungan saudaranya lebih dari tiga malam. Saling berpapasan tapi yang ini memalingkan muka dan yang itu (juga) membuang muka. Yang terbaik di antara keduanya yaitu yang memulai salam”
(HR Bukhari, Fathul Bari : 10/492 | Diriwayatkan dari Abu Ayyub Ra)


Ketika kita telah melembutkan hati dan mengulurkan tangan kemudian dia menolak, maka kita telah lepas dari tanggungan dosa, dan orang yang menolak uluran maaf kita tetap berdosa dan tidak lepas dari ancaman Neraka Allah..

Bersegeralah,
Lembutkan hati kita dan hempaskan kebencian yang masih tersisa, ingat rasa berat dan angkuh itu adalah dari bisikan bisikan Iblis yang sedang meracuni fikiran dan hati kita.

Meminta maaf tidak akan pernah merugikan amal kita ;)

Dalam hal ini harus saya sertakan juga, tentang sebuah kondisi yang dibolehkan syariat bahwasannya seorang muslim/muslimat boleh menjauhi saudaranya dalam beberapa kondisi dan ada alasan yang dibenarkan, seperti karena ia meninggalkan shalat, atau terus menerus melakukan maksiat sedang pemutusan hubungan itu berguna bagi yang bersangkutan; misalnya membuatnya kembali kepada kebenaran.

Semoga bermanfaat,
Jangan dianggap dakwah, hanya dalam rangka mempererat tali silaturahim diantara kita. semoga kita selalu menjadi hambanya yang cendrung kepada syukur dan berbahagia di Dunia dan Akhirat.

credits: Nurdin AlIndunisiy via facebook