Tampilkan postingan dengan label sumpah really true story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumpah really true story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Mei 2015

I'm Into You (Jatuh Cinta?)



Pertama kali kita bertemu tidak saling menatap wajah. Aku duduk di sisi tabir dan kamu di sisi lainnya. Saat itu kita belum saling mengenal. Kamu siapa, aku siapa? Saat itu benar-benar pertama kalinya. Aku cuma mendengar suaramu yang bariton menjelaskan tentang sesuatu. Aku hanya menyimak bersama teman-temanku. Hari itu berlalu begitu saja. Tidak ada kesan yang membekas kecuali suara baritonmu yang terdengar menyebalkan. 

Terus terang saja, saat itu aku tidak suka suara baritonmu yang mengintimidasi meski aku dibalik tabir. Suara yang membuatku tidak nyaman. Aku malas bertemu denganmu,  apalagi bekerja sama. Dan itu hanya karena suaramu yang bariton.

***


Sejak kecil aku kurang suka bergaul dengan laki-laki. Mereka itu kasar dan tidak peka. Aku hanya berkenalan, tapi tidak berteman. Aku lebih suka berada diantara perempuan, yang hangat dan lembut. Aku sering merasa terintimidasi jika berdekatan dengan laki-laki. Aku juga benci laki-laki yang pemarah dan tega berbuat kasar pada perempuan. Saat itu sulit bagiku untuk bersimpati pada sosok laki-laki. Semua pikiranku tentang laki-laki adalah hal yang negatif. Wajah dan tampilan boleh memesona, namun toh dalamnya sama saja. Dingin tidak berperasaan. Aku tidak pernah jatuh cinta, kecuali pada tokoh fiksi dalam buku, komik dan drama. Ayah dan Ibuku mulai khawatir. 



Tidakkah aku menyukai laki-laki?



Aku mengintip ke dalam hatiku sendiri. Apakah aku suka laki-laki? Aku terkejut, aku menyukainya. Aku masih menyukai laki-laki. Hanya saja aku belum menemukan sosok yang tepat seperti yang aku idamkan. Yang baik, lembut, dan penyayang seperti dalam drama. Ibuku berkali-kali menyadarkanku. Laki-laki dalam drama tidak ada. Tidak ada manusia yang sempurna. Aku semakin terpuruk. Lalu kepada siapakah aku harus jatuh cinta nantinya? Tidakkah aku jatuh cinta?


Selama masa remajaku yang ceria, hatiku terus tertutup untuk laki - laki. Tidak ada kesempatan bagi mereka mengetuk pintu hatiku. Meski wajahnya tampan, mulutnya manis, perilakunya sopan. Siapa yang peduli? Bukankah Kantong Semar mengeluarkan madu untuk menjebak serangga? Dan aku tidak mau jadi serangga gepeng yang patah hati dibantai laki- laki. 


***  
Suatu hari seseorang datang padaku. Lalu berlanjut pada orang tuaku. Dia berbeda. Dia baik, santun, dan tampak bisa diajak kerja sama. Aku memberinya kesempatan memasuki teras hatiku. Namun Allah belum menjodohkan kami. Dengan segera kuusir ia dari teras hatiku. Kusapu semua tentang dia hingga bersih tak bersisa.Semudah itu.

Orang bilang cinta itu datang tiba-tiba, tanpa bisa kita prediksi pada siapa ia akan berlabuh. Namun aku bersyukur pada Allah, yang memurnikan cintaku sejak muda. Cintaku bisa diajak kerja sama. Aku tahu siapa yang harus aku cintai, dan siapa yang tidak. Aku tahu pada siapa hatiku harus berlabuh. Cintaku tidak jatuh di mana saja.

***  

Sejak saat itu, hatiku kembali berpagar tinggi. Tidak ada satupun laki - laki yang menarik perhatianku, kecuali Ayah dan adik - adikku. Semua laki- laki tampak sama. 

Hingga pindah kesini, dan bertemu denganmu.



Sabtu, 14 Juli 2012

Are You Ready For Ramadhan?

Assalamualaikum...

Ramadhaaannn..... Ramadhaaaann... Ramadhan sebentar lagi!! Ou siipp...
Bersyukur banget sama Allah masih akan diberikan kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan.
Di rumah sedang heboh siap-siap sana-sini. Tradisi keluargaku tuh selalu bikin kata-kata sambutan buat bulan ramadhan dan ditempel di dinding. 

Contohnya kaya:

Welcome Ramadhan

Ramadhan Kariim

Ramadhan We Miss U


Nah kaya gitu. Dan kalian tahu siapa PJ.a? Yup bendol sekali saya sendiri PJ.a. Jadi sekarang sibuk-sibuknya cari tagline yang cocok dan fresh buat Ramadhan kali ini.

Persiapan Ramadhan ga berkisar tentang tagline penyambut doang. Persiapan yang sesungguhnya berasal dari diri kita masing-masing. Kalo kata yang  terhormat Ibunda Dhian, sapa tuh? Emak ku sendiri hehehe...
Pemanasan Ruhiyah, dimana kita mempersiapkan ruhiayah sekaligus jasmaniyah kita demi menyongsong Ramadhan Kariim. Yaitu dengan
  1. Mempersiapkan hati nan ikhlas nan suci dalam menyambut Ramadhan. 
  2. Melakukan puasa sunnah demi mempersiapkan stamina selama berpuasa di bulan Ramadhan.
  3. Memperbanyak amalan sunnah dan shalat malam, agar optimalisasi ibadah di bulan Ramadhan tercapai.
  4. Memperbanyak tilawah Al-Qur'an
  5. Menahan diri
  6. Last but not least....resep buka puasa yang oke ^_^ hehehe...
Memang sih, hal-hal baik diatas seharusnya kita lakukan juga sehari-hari selain di bulan Ramadhan, tetapi betapa lemahnya manusia, yang seringkali lupa bila tidak sering diingatkan. Nah mumpung hampir Ramadhan, sebelum obral pahal besar-besaran dibuka mestilah kita berlatih agar dapat memanfaatkan obral pahala yang Allah SWT akan kasih buat kita.
so.....

Sabtu, 10 September 2011

Catatan Galau Ababil!!

Assalamualaikum.... hi ikhwan...akhwat rahimakumullah!! Ntah kenapa hari ini malem jum'at (ntah kliwon ato apa) saya mencurahkan seluruh inspirasi untuk menulis catatan ini. Beberapa kalian mungkin bertanya-tanya, kenapa juga saya bagi ini, ini kan ga penting. Tapi ini memang bukan karena penting ato ga, ini lebih karena saya ingin merayakannya dengan antum semua. Yeaayyy...lets move on!!



Tiba-tiba beberapa jam kepungkur, saya mendapatkan sebuah pencerahan. Wow apa ini ada hubungannya dengan illuminati? I don't think so, yang jelas saya bukan anggota freemason! Ga nyambung oke. Beberapa tahun terakhir saya mulai mengalami kegalauan parah. Rasanya seperti ada yang berdebum-debum di dada saya, tapi saya juga kurang tahu itu apa. Setelah masa pendewasaan saya yang kebrangas soal hubungan lawan jenis, saya menjadi sombong. Saya pikir saya akan dengan mudah menghandle perasaan aneh di masa remaja saya yang notabene 'labil' , karena saya sudah menelisik jauh-jauh hari sejak SD!! Tapi ketika masa-masa itu datang. Ketika hati saya kemeresek tidak karuan, gelisah, merasa merindukan sesuatu yang tidak jelas, dan perasaan itu yang kata anak gahol 'galau' itu tidak terkatakan sama sekali. Saya benar-benar tidak mengerti!!



BTW saya selalu sekolah di tempat dimana pria dan wanita terpisah. Jadi ketika saya mulai berusia 'flamable' saya tidak merasakan ketertarikan lawan jenis seperti yang teman-teman saya rasakan. Saya pikir, saya tidak akan sebegitu gelisahnya menjadi jomblo. Saya pikir hidup bersama para wanita itu sudah cukup, mereka ramah, baik hati, asik, dan saya nyaman di dekat mereka. Dan saya eksis!! So...i dont need a boy!! Saya bahkan pernah berpikir untuk jomblo seumur hidup seperti Rabi'ah, ato minimal baru menikah ketika berusia 30 tahun!! Ngeri booo...



Saya mungkin sering koar-koar saya mendambakan pernikahan dini, dengan seorang lelaki berusia dini yang sama-sama freaknya kaya saya, sejak SD. Itu betul seratus ribu persen!! Karena saya memang sudah merintis kegalauan sejak usia ingusan. (nohope) Dan...saya tidak menyesali ini :D Namun ketika saya mulai menyadari seperti apa lelaki itu sebenarnya. (well mereka itu lumayan resek, oportunis, nyebelin dan sok keren. IMHO) Harapan saya soal menikah dini itu pupus perlahan. Seperti salju di musim panas. Tiba-tiba semuanya banjir begitu saja, dan mengalir menjauh. Tapi kenaifan saya itu sticky di hati saya!! Diam-diam...saya masih mendambakan lelaki muda yang freak tapi sholeh itu...



Sampai beberapa jam kepungkur saya masih tidak mengerti apa esensi kegalauan itu sendiri (wuiihh bahasanya). Tapi suer...saya sebelumnya bingung. Rasa apa ini bingung, mau cerita juga bingung, makanya itu dinamakan GALAU!!



Suatu hari saya berdiskusi dengan ibu saya soal ini. Beliau bilang pria dan wanita itu memang begitu, seperti magnet. Klise banget ya kan? Tapi itu benar-benar tidak saya mengerti hingga beberapa jam kepungkur!! Setelah keluar dari pondok dan sekolah di sekolah Paket yang disana ditongkrongin cowok dan cewek segala rupa. Satupun ga ada yang berkesan di hati saya. Mereka...nggak banget deh pokonya. Jangan paksa saya cerita!! Hingga saya masuk sekolah resmi, disana cowok-ceweknya relatif aman terkendali, tapi tetep aja. Ga pernah sekalipun saya memandang teman-teman cowok saya tanpa membayangkan bagaimana mereka ketika sudah jadi lelaki? Dengan segala ketengikan, keresekan, kejijayan mereka ini! Mereka bakal jadi qowwam, kaya gini??? Oh no! Jadi sejak saya menemukan kegalauan saya, saya belum pernah jatuh cinta!!



Ngomong-ngomong soal magnet...artinya lebih dalem lho daripada yang kalian bayangkan. Inget ga, sapa diantara kalian yang ga pernah saya ajak ngobrol ketika di pondok? Yang interaksinya cuma sebatas saling memandang lalu diinterpretasikan sendiri-sendiri?? Yep kita dulu kaga kenal, tapi waktu kita ketemu di FB BLEMM... Kita ngobrol...akrab...ceria...lancar, seolah dulunya akrab sekali!! Juga yang anti rasain pas dapet sms dari huwa yang kata anti nyebelin. Anti bilang dia nyebelin tapi anti terus bales sms yang huwa kirim. Juga yang anti bilang anti ga ada hubungan apa apa, tapi anti selalu jalan bareng huwa, bahkan berfoto akrab??

ITU KARENA KITA BERBEDA KUTUB. KITA SALING TERTARIK UNTUK MENGOBROL DAN MERASA DEKAT SATU SAMA LAIN!! WOW...sesuatu banget yah lawan jenis itu!!



Saya juga tiba-tiba ingat..tentang ayat yang menyegerakan menikah ketika berpuasa sudah tidak nangani. Afwan saya lupa ayatnya, tapi InsyaAllah para khufadz di bawah tahu ayatnya!! Saya juga jadi mengerti kenapa seorang ikhwan yang saya kenal ngebet pingin menikah muda, dia mungkin beralasan ini lebih pada dakwah...visi...misi dan tetek bengek. Tapi beyond everything! Saya tahu ini lah yang dinamakan kegalauan itu! Selama ini orang tua saya suka bilang "Kamu pingin dinikahin ya?" saat saya mulai berperilaku aneh. Saya cuma mesam mesem sambil mikir 'apa hubungannya?' (padahal mah emang iya:P )



Jadi ketika saya mulai menyadari sesuatu yang meluap-luap di hati saya. Ya Allah ini toh galau! Ternyata saya juga (bisa) sama gelisahnya dengan kebanyakan remaja, karena saya jomblo! Saya juga merasa ada yang aneh, ada yang kurang, ada yang seharusnya memenuhi hati saya tapi ga ada. Ada rongga kecil di hati saya yang butuh diisi. Itulah galau...Kenapa juga menikah itu menggenapkan separuh din. Bukan cuma filosofi tentang kehidupan rumah tangga, tapi saat ada seseorang yang memenuhi kegalauan kita saat itu lah semuanya sempurna. Karena itu lah kehidupan yang sebenarnya mencjalani hidup dengan seseorang disamping kita, for seeking his pleasure!! -Maher Zain- Rasanya seperti klik, memutar kunci dan terbuka! Saya pikir...Ya Allah ternyata saya sudah besar!! Juga ketika seorang ikhwan yang datang dengan materi nikah dininya yang menggugah. Wow...itu membangunkan sisi kenaifan saya yang terpendam. Saya sampai...wow...it's amazing, exciting, freaking, confusing n wondering in the same time!! I love this passion!!



Galau itu...it's kinda complicated. SAYA PIKIR GALAU ITU CANGGIH SEKALI!!

Kenapa saya tag anda semua disini? Karena sekali lagi, saya ingin merayakannya dengan anda, atas kegalauan saya yang sangat menginspirasi!! thanks for reading :)



Thanks to:



*Allah SWT yang udah kasih saya 'kegalauan' yang menggelitik

*Syahrini dengan kaftan dan aksesorinya yang gemerlapan. Alhamdulillah yah...ini pasti sesuatu banget.

*Akhi someone yang sudah mengembalikan sisi kenaifan dan kegilaan saya yang sebenarnya.

*Teman-teman Badrussalam yang sudah mengembalikan keceriann saya yang spontan dan penuh gairah.

*Ibuku yang sudah memahami kegalauan saya SEJAK SD!!

*Amah...ga tau kenapa??



NO OFFENSE...KALO ADA YANG NGERASA...SAYA GA TANGGUNG JAWAB BLAS!!

Rabu, 31 Agustus 2011

On My Way Home

Assalamualaikum...
Ini adalah cerita terakhir tentang kunjunganku ke Magetan yang cuma tiga hari. So this is it... Kepulangan kita!
Setelah selesai packing dan preparation, kita semua (Tika, Salma, Fi'ah, Ulfah, syahidah udah dijemput emaknya) pergi ke rumah Umi Retno buat pamitan. Kita kesana sekitar jam 2an, ngobrol sebentar, basa-basi. Ceritanya kita mau cepet-cepet karena belum shalat dzuhur juga! Tapi ternyata katanya Abah Rosyad sedang dalam perjalanan pulang ke Magetan dan kami suruh nunggu biar bisa ketemu beliau. Tapi ternyata Abah Rosyad masih lama dan kita balik ke pondok buat ngambil tas. Karena aku dan Fi'ah mau dianterin ke terminal Maospati sekalian. Yeaayy!! Tumpangan gretong...sapa sih yang gak mau? Pas kita semua balik kesono Abah Rosyad emang udah nyampe tapi beliau terlalu capek dan ga jadi nemuin kita. Ya udah ga papa. Salma dan Ulfah ga diaterin karena mereka naik motor (2 thumb up buat Salma yg bisa hapal jalan). Akhirnya kita dianterin ke Maospati ama Umi Retno setelah sebelumnya di bagi Qur'an, kurma dan gantungan kunci. Cihuuyy...sekali kunjungan dapet tiga!! Sering-sering aja kesini *lemparsendal
Jalanan ke Maospati cukup panjang buat kita ngobrol ama Umi Retno. Tentang Hannah si adek baru (usianya sama ama dek Naja), tentang beliau belajar nyetir mobil, tentang nama ke3 anak terakhir beliau yang namanya cuma satu digit (emang angka!) waahhh...tentang banyak deh. Gimana sih kalo perempuan ngobrol!
Akhirnya nyampe juga terminal Maospati. Ini terminal sepiii...banget. Jadi kalo ada copet juga ga bakal ada yang peduli (paling). Sebelum turun kita dipesenin ama Umi Retno.

Umi Retno: Eh hati-hati yah, tau kan bisnya yang mana? Mira atau Sumber Kencon*

Kita ber2: Iya

Umi Retno: Ini mau ditungguin ato gimana?

Tika : Ga usah ga papa kok. (sambil sumbar dalem hati)

Umi Retno: Ya udah hati-hati Hannah salim ama mbak.

Kita berdua akhirnya salim2an ama Hannah dan Umi Retno dan nungguin bis menuju Surabaya di bangku peron. Pas kita lagi asyik mencari bis yang tepat. Ada bis meluncur masuk ke terminal dan yang bikin sial jurusannya: Surabaya-Lupa-Lupa-Jogja.
Di rumahku dan berbagai tempat yang pernah kutinggali, aku udah diakui dan dikasih lisensi atas kelabilanku yang membawa bencana.
Jadi begitu ngeliat tulisan Surabaya aku langsung ngajak Fi'ah buat naik bis itu. Didalem bisnya penuh. Jadi kita duduk terpisah.
Pas ditanyai ama kondektur, aku langsung sibuk cari uang di tas.

Kondektur: Mbak mau kemana?

Tika : (bingung rogohin tas)

Kondektur: Mbak mau kemana? (dengan suara lebih keras)

Tika : Surabaya (dengan mantep bgt jawabnya.)

Kondektur: Surabaya?

Tika : (mbatin dalem hati...emang kenapa?)

Kondektur: Orang ini mau ke Jogja ko'e.

Tika : (Gubraakk...apa? aku langsung blushing)
Pantesan belok ke kiri...emang mencurigakan nih bis!Aku langsung pasang tampak cool dan 'oh-nyasar-toh-gapapa-kok'.

Kondektur: Mandek...salah bis ki lo! (pukulin bagasi tas dengan bolpoin biar bisnya berhenti)
Sumpah aku malu dan keki banget. Semua orang disitu pada nggumam ngomongin aku. "Oalahh...lha wong iki bis nang Jogja lo, kok ke Surabaya ki piye tho"
"Oalah mbak...kok ga ndelok disik"

Uhh...aku langsung menulikan telingaku dan tetep pasang tampang cuek. Begitu bisnya berhenti aku langsung ngajak Fi'ah turun. "Ayo ndang mudhun, yo opo tho mbak...mbak. Wis gede o' ra ngerti numpak bis" Sumpahh...tengsin banget kita berdua. Kita juga dipesenin, kalo tunggu bis ke Surabaya disebrang jalan.
Kita berdua langsung nyebrang dan memutuskan jalan kaki ke terminal Maospati karena bisnya ga lewat-lewat. Kita berdua saling menguatkan diri, "Terminalnya ga jauh kok, tuh keliatan." Padahal aslinya sih...masih jauh. Si Fi'ah terus ngeluh soal tasnya yang berat banget. Dia malah sempat kepikiran buat buka. Uhh...untung tadi pagi sikat gigi pake pasta gigi mint, jadi mulutku tetep seger meski haus. Kita terus jalan kaya wong mbambung ampe akhirnya ada bis yang benar yang Allah kasih buat kita.
(Ohh..thank Allah, you really save us!)
Karena pengalaman aku nanya dulu apa ini mau ke Surabaya, dan mereka jawab ya. Akhirnya kita berdua duduk lega di bangku kosong yang tersedia. Acnya duingin banget ampe bikin sakit perut .
Itu adalah pengalaman yang bener-bener tolol! Lain kali aku berjanji bakal lebih hati-hati sebelum naik bis. Hampir aja tadi mau plesir ke Jogja. (nyesel juga sih...ga jadi nyasar hehehe) Aku ama Fi'ah ketawa bareng dan bayangin coba tadi beneran nyasar ampe Jogja? Hahaha...lumayan kali ya, ga pernah ke Jogja sih.*mesakne
Hahaha...yang jelas kejadian ini malah bikin aku semangat buat pergi jauh sendiri lagi. Kita ga akan pernah tau gimana rasanya sesuatu sebelum coba.

NB: Makasih buat teman-teman yg udah nemenin ngobrol di FB.

*Jangan pernah ceritain ini ke Umi Retno apapun yang terjadi!! Demi Allah jangan!

Senin, 29 Agustus 2011

*Stick Note (Badrussalam in My Memory)

Catatan Penting Yang Berhubungan Dengan Badrussalam:

*Badrussalam berubah makin jelek, tapi konon makin banyak santrinya.*jitak

*Aku ketemu Ami Sur yang notabene my ultimate ustadz waktu itu hehehe. Beliau tidak berubah, tetep ganteng dan baik.

*Aku ngeliat ex pak tukang yang dulu suka berantem ama Luthfi kalo dia ngamuk, dan wajahnya juga belum berubah.

*Masjid Al Huda berubah, dan itu melukai memoriku saat shalat tarawih disana saat masih jadi santri. *ami syahroni dan bacaannya yang bikin pingsan.

*Amah KMI yang dulu aku kenal udah pada jadi usth dan udah married. Dan kejutannya mereka married saling silang*plakk

*KMI punya gedung baru yang layak

*Si Hikmah, anak kecil bawel jaman SD udah punya adek baru dan mereka bener-bener mirip (bawelnya)

*Aku ngeliat jalanan dan jadi inget aku dulu suka blakraan (ga tau artinya cari di kamus!)

*Aku ngeliat para tetangga dan jadi terharu. Inget dulu aku sangat grapyak (cari juga di kamus) dan mereka juga baik banget ama aku. stick with this: Saking grapyaknya aku dulu ramah banget dan supel ama siapa aja. Ama ustadz KMI, alumni guru KMI, temennya guru-guru SDIT, para tetangga (yang aku sempat nonton tv dan makan dirumahnya) eyang Sahlan bahkan menantunya!!

Percaya ga sih. Dulu semuanya pada takut dan sopan banget kalo ngomong ama eyang Sahlan. Tapi aku beda, aku malah dengan santainya nyapa beliau dan ngobrol! Amah-amah KMI pada melotot pas aku negor beliau karena jilbab yang beliau pake sama persis ama jilbabnya Amah Suji. Aku juga suka ngobrol ama beliau kalo lagi makan siang, semua temenku pada bengong tapi aku santai dengerin cerita eyang tentang pondok! *waakkk

Satu lagi, pas aku pergi makan siang aku liat mobil lain di depan rumah eyang. Aku tahu itu putra dan menantu dan cucunya pada dateng, kaya mudik gitu. Pas aku lagi asik makan, seorang wanita lewat dan dia cantik. Berita bagusnya....aku nyapa dia.

Tika: Assalamualaikum...tante menantunya eyang ya? (sumpah sok kenal)

Umah: Panggilnya bukan tante ya, tapi ummah. (anehnya dia ga shock)

Tika: O iya ummah dari Jakarta ya.

Umah: Iya, main kesini ke rumah neneknya Riskia. (Itu nama anaknya, sekitar se Hikmah waktu itu. Sumpeh lo aku inget!!)

Tika: Riskia...maem yuk! *gubraakk (pas aku ngeliat si Riskia nggelendotin umahnya)

Hwaaahaahahahahahahahahahaha. Kalo inget lagi, aku masih suka ngakak. Kenapa aku cerita, karena aku mau kasih tau betapa keren dan cerianya (baca: gilingan) aku dulu. See yazz...Udah dulu ya, PCnya banyak yang ngantri.

NB: Kalo kalian baca trus ada yang kenal dari salah satu yang kusebut diatas, kalian harus buru2 ke dok ter jiwa. Karena seperti sebelumnya, nama diatas disamarkan sesuai karakter yang cocok! *lemparin ember


The Day Journal (kegejeanku (kita) di Magetan)

Assalamualaikum...

Aku mau cerita terusan post yang kemarin. Waktu aku melakukan kunjungan ke Badrussalam. Aku ga bisa kasih link, ga tau tuh habis linknya suka ga nongol meski dikasih. Mungkin sepaket ama templatenya kali yah? Who knows... (yang bikin lah). Ok back to the topic. Ceritanya begitu nyampe pondok aku langsung berangkulan gitu ama temen-temen esde ku. Wuiiihhh...rasanya seneng banget bisa ngeliat muka mereka setelah bertahun-tahun ga ketemu. Beberapa sudah berubah, tapi beberapa tidak, termasuk betapa hangatnya hubungan kami. Tapi ditengah hangatnya kangen-kangenan kami, si Fiah tiba-tiba bilang hapenya ga ada. "Cari dulu lah Fi!" Kita semua jadi sibuk cari hapenya fiah. "Jangan-jangan ketinggalan di mobilnya Mas Fatah?" Kata Fiah. Aduhh plis deh masa iya ketinggalan di mobilnya Fatah!! Rencananya setelah ini, aku udah ga ada urusan apa-apa lagi ama Fatah. Pertama malu, kedua ga kenal akrab aku mah. Akhirnya ada yang sibuk smsin dia (hah...sejak kapan mereka jadi akrab dan ga sungkan?) Aku coba telpon siapa tahu itu bukan mobil pribadi, kan bisa kacau urusannya. (yang ini sungkan banget suer!) Tapi akhirnya massalah beres, kita nerusin rendezvousnya.

Setelah berangkulan dan cipika cipiki kita langsung cekikikan ga jelas. Biasa ngomong bersamaan soal perubahan masing-masing. Mereka bilang aku ga berubah. "Sama sekali ga?" Tanyaku penasaran. Mereka bilang ga. Wajahku, tinggi badanku, cara berpakaianku. (tau ga sih jilbab yang aku pake waktu itu awet sejak es de) Mereka bilang "Mbak Tika ga berubah ah, segini aja dari dulu. Oow...are you sure? My heart was ripping. Hahaha...emang iya sih. Orang tukang tambal ban, abang jualan pentol, gorengan di rumahku pada ngira aku ini anak es em pe. Yang bener aja, aku ini udah 18 tahun, udah boleh bikin ka te pe dan bikin sim, udah boleh contreng parpol, dan udah boleh dipenjara kalo ngrampok. (dih kaga bakalan dah...)Ups btw aku belum bikin ka te pe sih (sssttt...jangan bilang-bilang ya!) rencananya ga mau bikin ampe bener-bener kepepet. Hahaha ini lah warganegara yang baik dan benar.*plak Stop! Kita tadi mau cerita soal kunjunganku ke Magetan kan? Ok let's continue it! 

Nah setelah cekikikan, berhubung subuh udah dateng kita langsung wudhu dan sholat jamaah bareng. It was the lovely moment :) :) we stick together to do worship to Allah. Habis itu gadis-gadis mulai ramai lagi kaya nenek-nenek encok, sedangkan ibuku istirahat dulu. Kasihan beliau, pasti capek banget nganterin aku. Sementara itu begitu matahari nongol, kita langsung jalan-jalan. Ga jauh kok, ke sawah sekitar situ. Mau tahu? Let's check it out!











Nah habis itu kita langsung meluncur ke rumah Umi Retno. Beliau itu....yang punya pondok ini. Kita rombongan kesana, salamnya juga rombongan! Mbaknya langsung keluar begitu dengar. (stres deh kayanya denger suara kita)Kita akhirnya kopi darat ama Umi Retno di ruang tamu sebelah. Well it has been long time, since we were elementary!! Kejutannya, beliau masih sama! Tetep cantik dan awet muda. Aku sampai ga percaya, apa ini kloningannya?*tonjok Alhamdulillah silaturahim lancar, hape dibalikin dan kita balik ke pondok tempat nginep sambil mengumpulkan kenangan. Di pondok kita nerusin ngobrol lagi. Cerita masa lalu, merenunginya dan mentertawainya. 

Siangnya aku anterin ibu pulang ke terminal dan kita kopi darat ama guru-guru SDIT. See...they look just the same. Ga ada yang berubah. Bedanya beberapa dari mereka udah married dan udah punya baby. Yang itu biasa, yang luar biasa masih ada yang belum married. Ollalalaaa... Padahal kata-kata terakhir yang ku tulis di form kesan pesan pas aku kelas 6 adalah " Menikahlah, karena menikah adalah sunnah yang bersejarah." Ceileehh...keren banget ga sih. Itu kutipan dari buku favorit aku 'Diary Pengantin'. Habis itu sorenya kita (Tika, Salma, Syahidah, Fiah, Ulfah) ngumpul bareng alumni lain dan cowok-cowok juga. Btw cowoknya cuma 2 biji (Miqdad dan Muadz) itu aja udah pingin mulangin mereka ke kutub utara. Gara-gara keributan (keributan gitu??) ga penting itu, kami jadi ga bisa ikutan IG. (sungkan euy ama yang jemput!)

Sorenya kita sibuk masak buat buka puasa, o iya siangnya kita ke pasar gorang gareng lo belanja! Habis itu waktu kita habiskan dengan nonton film dari netbooknya Salma. Lumayan film drama Thailand dan horror Barat. Akhirnya maghrib dateng juga, kita buka bersama masakan kita sendiri. Rasanya sih kacau balau dibandingin masakan chef handal (baca: ibuku) tapi aku bahagia dan bersyukur merasakannya. Bukan karena menghargai Salma si juru masak, tapi....daripada kelaperan!*lemparsendal Dan satu lagi kejutan ada Aziz disana, dia salah satu dari beberapa ekor cow(ok) yang dateng kesana. Tapi dia telat jadi...ga beken deh. Hahahaha. Besoknya dihabiskan untuk beres-beres dan pergi ke terminal untuk kembali ke habitat masing-masing. Hatiku rasanya ga asik pergi sesebentar itu. Tapi Allah baik sekali sudah ridho untuk mempertemukan kami kembali. I love you akhwatiy....

NB: Semua nama yang nampang di tulisan ini adalah 100% nama samaran yang dipilih melalui petunjuk wangsit oleh penulis. Jadi kalo kamu merasa namamu ada disini, kamu pasti salah minum obat.

Minggu, 28 Agustus 2011

On My Way to Magetan


Assalamualaikum....
Hey...aku mau cerita pengalaman anehku lagi. Ceritanya kemarin tanggal 24 aku main-main ke pondokku waktu SD di Magetan. Berangkat dari rumah sekitar jam 12 malem naik bis...apa ya lupa deh. Pokoknya aku excited banget waktu itu. Aku ga ngantuk sama sekali waktu naik bis, Ibuku ama Fi'ah orang-orang yang pergi bersamaku, aja udah pada tepar begitu bisnya jalan. Aku sibuk liatin jalanan. Mencoba mengingat-ingat lagi memoriku waktu SD. Hasilnya...aku ga liat-liat apa-apa karena jalanan gelap dan bisnya ngebut kaya bis ksatria. (itu lho bis yang di Harry Potter) Pada akhirnya aku ikutan tidur juga, pas aku bangun udah ada sms dari si Fatah. Temanku waktu SD yang (subhanallah baik banget) bersedia menjemput kami di terminal. Weeww...padahal udah malem lho! (koreksi: hampir pagi)Dia sms "udah nyampe mana" aku langsung celingukan di jendela bis. Sukses ga ngeliat apa-apa, hanya kegelapan menyelimuti. Aku cari-cari papan toko ato instansi pemerintah yang bisa menunjukkan di dunia mana sekarang aku berdiri. (atau duduk diatas bis)Aku sms bales "ga tau semuanya gelap" aku tahu itu sms tolol dan ga penting, tapi itu kenyataannya.
Akhirnya bis ini nyampe juga di terminal Madiun setelah perjalanan roller coster mode. Sampe disana aku sms ke Fatah buat jemput kami di Madiun. Perjanjiannya sih di terminal Maospati, karena lebih deket. Tapi kondekturnya bilang ini pemberhentian terakhir, masa iya mau ngeyel? Angin langsung bertiup membekukan pas aku turun. Aku lupa kalo Madiun tuh daerah dataran tinggi, aku langsung brrr. Setelah berkali kali bolak balik kamar mandi, eh smsnya belum dibales juga. Ibuku bilang telpon aja. Ih ceritanya ibuku belum tahu, kalo temenku yang bakal jemput, Fatah, itu cowok. Aku sempat ragu juga sih, tapi akhirnya aku telpon juga. Cuma ngomong singkat intinya, silahkan jemput saya di terminal Madiun. Setelah menunggu kurang lebih 15 menit akhirnya mobil jemputan datang, dia sendiri yang nyetir. Ibuku langsung nyapa dia waktu ketemu. Biasalah etika orang tua. Aku sih diem aja, secara aku juga ga terlalu akrab dulunya ama dia. Tapi di mobil akhirnya ngobrol juga. Ini obrolan pertama kami setelah...sekitar 7 tahun!! Ini agak gampang karena kami pernah ketemu sebelum ini.
Lanjuuttt...setelah menyusuri kota Madiun yang jalanannya sukses gak kukenal, akhirnya kita nyampe juga di Magetan. My ever been home town!! Aku hirup udara pagi buta itu kuat-kuat. Serbuan kenangan meluncur begitu saja di kepalaku.Aahhh aku rindu semua ini. Aku pernah jadi sangat bahagia saat SD. Akhirnya aku ngeliat teman-temanku yang aku cintai karena Allah. Salma, Ulfah, Syahidah. Pagi itu meski perutku pilu karena sahur seadanya, tapi hatiku diselimuti haru. O iya...terima kasih banyak buat Fatah yang udah nganter. Jazahullah ahsanal jaza'

Sabtu, 30 Juli 2011

Fanatik Lu Kate???

Assalamualaikum....

Wah udah lama ga ngepost nih. Alhamdulillah modemku tiba-tiba dapet hidayah dan lancar jaya! Sekrang aku mau cerita tentang orang-orang biasa yang ngeliat penampilanku. Secara aku ini golongan penyihir darah murni, jadi ga sama ama muggle-muggle itu.

Pas pertama kali aku masuk SMA, temen-temen sekelasku ngeliat aku aneh. Aku selalu ngobrol pake Bahasa Indonesia dan kostumku istimewa. Aku selalu pake rok dan celana panjang dibaliknya. Kadang aku suka pake deker kalo kancing seragamku lepas. Mereka heran, itu kan aneh banget. Yang lucu adalah gimana mereka nyebut aku, muslim tulen katanya. (Lha mereka muslim apa?)

Akhirnya aku mulai akrab ama temen-temenku ini. Aku juga mulai sering ngobrol pake Bahasa Jawa. Tapi mereka juga kaga malu lagi buat cerita hal-hal 17++ di dekatku. Ya jelas aku menghindar. Mereka suka ngetawain aku, dan bilang aku lugu. Aku cuman ketawa dalem hati. Sebenernya yang lugu itu siapa sihh???

Suatu hari aku boncengan sama temenku dan kami berhenti buat beli bensin. Kita ngobrol sebentar dan temenku malah bilang kalo aku anaknya alim banget.

"Iya Bu, dia itu muslim tulen. Liat dia pake celana dibalik rok." kata temenku.
"Iya fanatik itu, kalo fanatik emang kaya gitu." kata ibu penjual bensin itu dengan muka sotoy.
Aku cuma ngakak dalem hati. Aku??? Tika??? Fanatik??? Orang geblek macam aku ini Islam fanatik gimana yang kaga?

Jumat, 18 Februari 2011

Aku, Tahu Bulat dan Teman2ku

Assalamualaikum...
Aku punya profesi baru guys! Mau tau, aku sekarang half student, half saler. Kalian yang kenal aku pasti tau apa yang aku maksud. Aku jualan Tahu Bulat Tasikmalaya di sekolah. Awalnya ini jualan keluargaku yang ngetem dijalan Sukodono, tapi buat menambah pelanggan akhirnya aku juga bawa ke sekolah. Dan hasilnya mencengangkan. Setiap hari aku bawa 30 biji selalu habis, bahkan kurang. Ajaibnya lagi, gara-gara sambilanku yang penjual tahu ini aku jadi akrab sama teman-teman sekelas yang juga para pelanggan setiaku ini. Hmm...selain nambah uang jajan dan penghasilan keluarga aku jadi punya keuntungan lain deh.
Tapi jadi penjual yang cute dan baik hati kaya aku juga ga gampang lho! Karena banyak temen-temenku yang hobbi bangetz ngutang. Huh jadi kepikiran deh pokoknya kalo ada yang ngutang, kan itu usaha bonyokku bukan aku sendiri. Kan kasihan mereka juga kalo rugi.:(

udah dulu ya guys ngantuukkk...
wassalam.

Jumat, 31 Desember 2010

Happy New Year!!

Assalamualaikum......
whoaaa...ini adalah hari pertama di bulan Januari alias tahun baru. Semalam di luar hujan deras, tapi tetep aja ada yang ngerayain tahun baru dengan keliling jalan raya. Kebanyakan mereka anak remaja yang belagak keren dengan menggebah sepeda motor kurus karena sering dipreteli, dengan suara krentenggg...nya bikin emak-emak yang denger jantungan!! Sumpah bego!
Sebenernya ini cerita Ibuku yang jualan dipinggir jalan semalem. Beliau lagi asyik-asyik menikmati suara hujan yang sudah cukup membuat pori-pori makin lebar, bukan karena kedinginan tapi emang karena aging!Tapi gara-gara mendengar suara krentengan klapot bekas modifikasi tangan-tangan bau ingus dan bau duit hasil morotin ortu, Ibuku langsung bangun terduduk dengan kaget. Beliau kira jantungnya sudah copot dan sedang mendengan suara malaikat zabaniah yang bernyanyi. Tapi karena disadarkan oleh gigitan nyamuk setengah aedes aegypti setengah mak lampir (karena nyedotnya banyak banget ampe anemia) Ibuku jadi sadar itu bukan suara malaikat zabaniah dan setelah diraba dirasa tapi sayang ga bisa ditrawang, ternyata jantungnya masih ada. Setelah sadar ternyata suara remaja-remaja blasteran (blasteran ama gorilla) karena udah keliatan behaviournya yang emang kaya king kong, Ibuku langsung ngelus dada dengan penuh prihatin sekaligus bersyukur bin alhamdulillah anak-anak cowoknya dirumah anteng, shoeleh (paling), dan ga suka kelayapan kaya blasteran gorilla. Yang sebenernya emang adek ku (anak ibuku yang cowok) ga berminat ama begituan, bukan karena do'i anak yang santun bin anteng plus alim tapi karena emang belum lancar naik motor!!! Hwaahahahahahahaha (ketawa khas kakak pertama yang berkuasa) Jadilah malam tahun abru Ibuku yang seharusnya mengalun syahdu bersamaan dengan muhasabah dan nyanyian rohani nyamuk-nyamuk klan kyuubi, jadi pengalaman buruk yang sangat mudah dilupakan.
Jadi teman-teman blogger dan reader yang insyaAllah sholeh dan sholehah apa kita sudah muhasabah diri, menghabiskan 12 bulan kemarin dengan amalan sholih sehingga puas dan berhak merayakan tahun baru ini dengan suka cita dan gegap gempita, atau malah penyesalan dan pertaubatan atas 12 bulan yang sudah tersia-siakan dengan ruginya???? Semoga Allah menerima amalan sholeh kita selama 12 bulan kemarin (menurut tahun bikinan julius caesar) dan mengampuni dosa-dosa kita selama 12 bulan kemarin. Aaamiinnnn. Assalamualaikum ^_^

Selasa, 28 Desember 2010

R.I.P My Beloved TV

Aku pernah posting soal betapa nggak bebasnya aku nonton TV di rumah. Karena ketatnya peraturan bonyok ku tentang nonton TV. Itu aja udah bikin aku dan adek-adek ku merasa terpuruk dalam lembah duka. Dan sekarang malah kami ber5 berasa terpuruk dalam jurang kesedihan tak berujung dan pingsan sampai lumutan di dalamnya, karena kali ini TV kami rusak. Benar. TV kami rusak, mati, dingin, tak bercahaya, tak bersuara,huaaaa....ga bisa nonton K-Drama!!!
Kejadiannya pas tanggal 26-desember-2010 kemarin. Kami ber5 (aku dan adek2 ku) lagi asyik nonton bola AFF Suzuki CUP, Indonesia VS Malaysia. Awalnya kami merasa sangat excited, semangat, campur deg-degan karena bangga Indonesia berhasil masuk final. Lawan Malaysia lagi. Acara nobar itu makin panas karena suporter Malaysia yang ketahuan beberapa kali nyorotin laser ke mata player Indonesia. Wuiihhh rasanya geram banget ama suporter negara claimer itu. Padahal yang ngasih aturan nggak boleh bawa laser itu FAM (Football Asociation Malaysia) semacam PSSI kalo di Indonesia, sendiri. Apalagi gawang Indonesia yang dijaga Markus Harison kebobolan tiga kali.
Tiba lah babak ke dua, dimana kami menaruh harapan agar Indonesia bisa jeblosin satu goal aja. Tapi baru beberapa menit babak ke dua, tiba-tiba adek ku yang ke lima nepuk layar TV karena sebal dan pet! Ada kerlip cahaya putih sebelum Tvku bener-bener mati. Kami kira itu cuma konslet biasa dan segera bisa dibenerin, tapi sampai sekarang TV itu masih sama. Diem, gelap, mati dan ga ada gambar ato musiknya. Ibuku yang sangat mendukung Gerakan Tidak Ada TV di Rumah beliau dirikan sendiri, merasa sangat lega dan berjanji dengan sepenuh hati untuk tidak akan pernah reparasi TV itu. Huaaaa...hiks..hiks...RIP my beloved TV!!

Minggu, 25 Juli 2010

Pagi yang gaje ...

Lagi-lagi ini cerita gilaku pas aku masih di pondok pesantren!

It was the sial morning!!!
Pagi itu aku males banget mandi. Jadinya leyeh-leyeh mengolor-olor waktu buat mandi. Duduk di gazebo depan kamar mandi, sambil asyik baca novel. Aku lupa judulnya apa. Sebenarnya banyak kamar mandi kosong, tapi karena emang males, ya udah duduk terus ajah di gazebo. Satu persatu teman-temanku mulai selesai mandi. Tapi aku masih dalam keadaan korep bin bau belum mandi. Saat kamar mandi mulai sepi, barulah aku sadar. I'm alone!!! And haven't take a bath yet!!Aku mandi ngebut. Lalu cepet-cepet masuk kamar dan berharap masih ada segelintir anak di kamar yang bisa nemenin aku. Ternyata masih ada! Oye! Aku minta Lina(temenku yang sama-sama ngaretnya ma aku) buat nemenin aku.
"Tunggu, kita makan bareng ya!" Seruku.
"Iya ayo cepetan!"
"Ke dapurku dulu ya!" ajak ku. "Ntar baru ke dapur kamu, oke!" Dia setuju.
Akhirnya aku makan dengan santai di dapurku, lalu gantian nganterin Lina ke dapurnya.
Aku liat jam dinding di dapur Lina. Udah hampir priitt. Tapi si Lina tetep makan dengan santai.
Akhirnya Lina selesai makan. Kami berdua berjalan santai keluar dapur. Tapi ternyata diluar udah pritt. Kita ga denger! Sialan kalo ketahuan bisa dijemur, garing mampuslah kita.
Akhirnya kita berdua berjalan mengendap endap, sambil omat-kamit dalam hati. Kita nyaris aja nyampe tempat tujuan, tapi si tukang pritt yang suer nyebelin itu noleh dan ngeliat kita. Aku dan Lina berpandangan dan tanpa aba-aba langsung ngacir kompak, nyelip-nyelip di rumah ustadz. Tapi ternyata mental agen mereka udah lumayan hampir bisa nyamain mental agen rahasia kita berdua. Jadi pas kita merayap ke tembok rumah ustadz, mereka udah standby di ujung lainnya. Kita berdua sumpah panic gila, adrenalin banget deh. Secara kalo ketangkep bakal diomelin dan dijemur ampe gosong deh kita. Si Lina langsung sigap gandeng tanganku dan kita menyelinap lewat pintu belakang rumah ustadz itu. Awalnya aku ragu, kalo ketahuan bisa jadi isu nasional nih. Tapi Lina udah melangkah duluan tanpa ragu. Itu ruang dapur berlantai keramik, dan kita berdua lewat pake sepatu. Suer dah aku dag dig dug banget waktu itu, gimana coba kalo ketahuan. Akhirnya kita berdua nyampe dipintu satunya di dapur.
"Eh hunaka, anti hunaka!" Wah gawat itu suara si tukang pritt laknat itu. Kita berdua tanpa pikir panjang langsung masuk ke ruang tungku buat masak nasi. Kotor dan berantakan, tapi lebih baik timbang ketangkep. Sebelumnya kita udah pesen ama si Ibu dapur biar tutup mulut. Kita denger pas si Ibu dapur diinterogasi, dan dia bocor tanpa paksaan. Beberapa detik kemudian pintu ruang tungku terbuka, dan kami berdua gemetar di belakang pintu.
"Ukhruja antuma, ukhruja!!" Bentak si tukang pritt yang gendut.
Akhirnya kita berdua keluar dengan muka ngibarin bendera putih tanda menyerah, dan digiring persis kaya napi maling ayam. Malu, sebel, sial huh... Akhirnya aku dan Lina yang malang berakhir di depan kantor guru dibawah naungan sinar matahari yang bersinar kaya kompor, panas banget!! Disono kita diomelin dan diketawain ama para senior sialan itu. Udah terlambat satu jam pelajaran. Pokoknya seharian itu aku misah misuh ampe monyong-monyong gara-gara accident yang ngejatuhin integritas diriku di depan teman-teman. Tika gitu, masa sih ketangkep basah. Ga biasa banget kaleeeee....

Jumat, 16 Juli 2010

Ever Lasting Friends

Aku kangen teman-teman gokilku. Biasanya aku suka bercanda yang aneh-aneh ama mereka. Dari candaan paling bermutu ampe yang paling jijay bin nggilani! Jadi kangen sama mereka semua! Rasanya semuanya indah waktu itu. Bikin ulah bersama dan ngakak ampe puas bersama. Hidup terasa ringan dan menyenangkan. Kalian boleh sedih saat berpisah dengan seseorang. Karena kalian ga bakal bisa menemukan orang yang sama persis dengan orang yang kalian tinggalkan. Segokil, kocak dan seunik mereka.
Aku suka panggil mereka orang-orang ga berguna ato ribuan julukan geje lainnya, tapi mereka semua istimewa bagiku. Aku sering ngobrolin macem-macem ama mereka, dari yang filosofis ampe yang geje abis. Kadang ngomongin tetanggga sebelah (baca:pondok putra) yang sama sekali ga terakreditasi apapun tapi digebetin anak putri. Kadang ngerencanain hal-hal aneh wal kacau yang bisa bikin para pengurus geram. Kita juga suka berbagi ilmu dan pengalaman. In this case, pengalaman nglanggar tapi ga ketahuan.
Kita semua paling excited ama trik dan strategi agar nglanggar tapi lolos dari pengamatan. Disini kami punya para ahli, dan itulah aku. Kita bisa ngabisin waktu berjam-jam buat bahas gimana caranya aku kabur dari pondok tanpa ketahuan, ato bisa berkali-kali ga ikutan jum'atan. Hehehehe...aku nakal yah. Dan gendhengnya...ada ajah yang menyerahkan diri dan bilang.
" Ajarin dong Tik!"
"Ajarin gimana?"
" Yah ajarin gimana biar hidup santai kaya kamu, tapi jarang kena setrap" Awalnya aku kaget, ada juga yang minta diajarin beginian???

Maka sejak saat itu mulailah proses blajar-mengajar tentang pelanggaran. Tentang bagaimana melanggar yang efektif dan prospek ga ketahuan.Kapan waktu yang baik buat nglanggar, atau sebaiknya peraturan apakah yang sering dilanggar??? Hahahaha...

That's my famous evil side!!

Tapi ada satu peraturan yang tidak bisa dilanggar bagiku, syarat mereka boleh berguru (ceileehhh bahasanya) padaku adalah "tidak ada pelanggaran syari'ah!!" Semua harus patuh aturan ini, kalo tidak aku tidak mau bertanggung jawab dan membantu.

Pelanggaran syari'ah bukan lagi urusan kita ama pengurus rese' bin ancritt itu. Syari'ah urusannya ama Tuhan, yang mana nilainya ga cuma seremeh nentuin kita bakal naik kelas ato enggak, tapi masuk surga ato hangus di neraka. Naudzubillah min dzaliikkk dah!! Kalo pengurus, ustadzah, ustadz sehebat apapun pasti bisa dikibulin, nah kalo Tuhan??? Makanya aku selalu bilang ama temen-temen begajulanku itu, kalian boleh kaga shalat di mushalla, tapi jangan kaga shalat!! Kalian boleh nglanggar teritori ma'had dengan kabur, tapi jangan pacaran!!! Jadi anak buah aku biarpun terkenal bandel, tapi bukan orang yang suka nglanggar syariah!!!

Hohohoh bangga ama kehebatanku dah! Tapi kini aku jauh dari mereka, uadah ga bisa neriakin mereka ama doktrin-doktrin konyol bin syar'i ku lagi, udah ga bisa kontrol napsu pacaran mereka lagi. (sumpah aku gedheg ama yang satu ini, pacaran tai...) That's why missing someone is sorrow. Semoga cinta kami yang dijalin dibawah ridho Allah, akan dipertemukan kembali juga dibawah ridho Allah!! Amiieenn :'(


NB: Astaghfirullah..buat umpatan di atas. hehehe

Selasa, 13 Juli 2010

Relationship yg Mencurigakan!!!



ASSALAMUALAIKUM DUNIA....
LAMA TAK JUMPA, AKU RINDU RASANYA...
AKHIRNYA TIKA BISA BLOGGING LAGI SETELAH VAKUM
KARENA BERTAPA DI GUA MARIA BUAT CARI WANGSIT DARI....
....MMM...SYIRIK, TAKUT GA DITERIMA SHALATNYA!!!


Masih banyak cerita apes bin antik yang bakal aku bagi!
Ini cerita tentang salah satu mulahidhoh rayonku yang gelagatnya patut dicurigai.
Namanya Bunga (bukan nama sebenarnya)nyontek di koran-koran biar berasa kriminil!!
Nah Ka Bunga nih orangnya ga cantik2 amat,malahan terkenal dengan gigi ronaldinho nya yang memesona. Kulitnya putih bersih, hasil kecebur seminggu di kapur buat bangun rumah. hahaha...sorry ya Ka, hmmm...lagian dia ga bakal baca nih tulisan! Tapi yang seru bin mendebarkan belum dimulai!!!!


Suatu hari si Kaka ini akrab banget ama temenya namanya Mawar (juga bukan nama sebenarna) Mereka selalu jalan bareng, gandengan, pelukan, cium...ehh ga ding! Bukan nggak, tapi Belummm!!! Nah gelagat mengerikan bin mencurigakan ini bikin pensaran para adek kelas. Tidak terkecuali anak angkatanku yang macam Feny Rose semua hobinya. Mengupas berita setajam silet!!! alias ghibah....(aku ga ikutan, dosa! cuma tinggal terima berita jadi aja) sama aja hahaha...


Suatu siang yang hot banget di Madura. Saking hotnya mpe keluar asep dari jilbab para napi (agak) shalihah itu. Aku ga lagi di TKP, cuma denger berita jadi seminggu kemudian. Katanya pas lagi komdas, kamar kosong dan tinggal dua kaka jijay tadi. verything is fine sampe ada anak yang ke kamar buat ambil buku yang ketinggalan. Dan saat itu pertunjukan sedang berlangsung, rolling and...action!!! si anak tidak berdosa itupuun segera keluar kamar tanpa mereka berdua sadari, dengan jantung berdegup dan nyesel karena ga nonton terusannya...(hahaha...nggak kok cuma ngaco! peace man,,,) Dan...ga mungkin nggak si anak (yg namanya udh ganti jadi) tak berdosa ini koar2 dengan semangat 45 tentang kejadian "mengerikan" di kamar tadi.


Dan sampai seminggu kemudian sampe ditelingaku, dengan selamat dan penuh bumbu jijay bajuri. Weeeekkk byorr!!! naudzubillah dehh...



NB: kejadian diedit karena mengandung hal2 yang terlalu "jijay" sehingga yang boleh tau cuma aku!!!

Sabtu, 20 Februari 2010

funny but fooly2


Hallo...readersku...sorry posting terusannya kelamaan, biasa beginilah orang sibuk kaya saya.
Qtq terusin yah>>>>
pas udah denger ultimatum 'Man Tilka' yang bikin jantungan itu, temenku langsung lemes dan berinisiatif menyerah saja pada yang berwajib he..he..he..Ustadzah maksudnya...Tapi aku bersikukuh buat kabur ajah.
" udah la ma biarin!" kataku sambil menerik pergelangan tangannya.
"jangan..ustadzah tau..." elak temanku itu.
"antuma!! huna!!" hiks...sial, berarti ga da chance buat kabur dunkz...
Jadi deh kita diomelin panjang kali lebar kali tinggi, pokonya udah kaya volume ajaahh.
"kalian ini ya...dipanggil-panggil, malah mau kabur!" she was beginning.
"nggak ngerti apa...kalian tuh dieman sama ustadzah! mati lampu gini...bla..bla..bla.."
Sialanya lagi, saat itu angin bertiup spoils-spoils, alias ngeganggu banget...biin aku masuk angin. Dan terjadilah apa yang diinginkan si angin, aku masuk angiiinn! Padahal lagi diomelin ma ustadzah...duuuh kaga sikon banget yak, masuk angin akuh. Dan terjadilah apa yang terjadi, khasiat dari campuran masuk angin dan omelan ustadzah adalah...
pruuut...brbbrb..bruuuutt! Ya Allah Tuhan semesta alaaamm...aku kentut. Dimalam yang dingin dan pekat karena mati lampu dan dalam keadaan diomelin ustadzah. Masalahnya..kentutku yang sama sekali uncontrolled itu terus-terusan bertiup merdu sepanjang omelan ustadzah, dan baru berhenti pas omelan itu berakhir. Alamaaaak malunyaaaaa...Gapapa deh yang lalu emang udah lau, yang penting sekarang kita bebas setelh kami bilang afwan kaya orang jual jamu alias terus menerus tanpa henti.
So kami bisa melaksanakan sholat maghrib yang tertunda tadi dengan tenang, setelah aku wudhu lagi donk pastinya...
Sayangnya kesialan masih terus terbang anggun meniringi kami berdua tanpa kami sadari. Setelah shalat maghrib, lampu akhirnya nyala. Kami duduk-duduk di teras mushala yang tertutup oagar, agar bagian syariah tidak tau kami tidak ikut jamaah isya'. Disono kita ngobrol berdua dengan santainya pake bahasa indonesia. Suddenly...
" limadza...la tadzhabaa illal musholla?" (kenapa kok tidak ke musholla? asked her.( bagian bahasa kok, legaaa.)
"nahnu mutaadziroh." (kami nerhalangan/haid) jawab kami mantaps...boongnya.
" thoyib masmuki?" (ok siapa namamu?) lanjutnya menanyaan namaku tuk dicatat.
" lho nahnukan mutaadziroh?" tanyaku penuh heran.
" naam walakin antumaa billughatil indunisiy, qobla qoliil" jawabnya penuh kemenangan. Oh God ga pernah aku sesial malam iu, udah jatuh ketimpa genteng. Apes deh! Yup akhirnya dengan terpaksa kuberitahuan pada bagian bahasa sial ini identitas asliku.( ceileee kaya agen ajjjahh). Finally...kami menghabiskan malam itu penuh renungan da n tadabbur...bahwa seandainya kita lebih pintar mengibul dan sembunyi, kita pasti terbebas dari para mudabbiroh.(pengurus/senior)

Selasa, 26 Januari 2010

funny but foolly !!!!

Hulllooo readers...
Ini cerita foolish aku saat aku nyantri di ponpes di madura. Waktu itu aku duduk di kelas 2 muallimah, dan tingkat ke dua selalu terkenal dengan kebandelan santrinya yang ga tertandingin kecuali ama kelas 3(na lho...). Apalagi aku, siapa sih yang ga kenal aku santri kelas dua yang hobby nglanggar peraturan (except syariah)tapi juga termasuk luckiest girl in ma'had, karena jarang ketahuan. He...he..
Nah begini ceritanya>>>
malam itu hari apaaa gitu aku lupa, pondokku mati lampu plus ga da air, biasa program tahunan. Pondokku memang kadang mati lampu dan air mampet sehingga musti melaksanakan kegiatan dengan gelap-gelapan dan mck dengan air secukupnya hwe...he..he. Nah waktu itu aku terlambat mandi sore karena waktu teman-temanku pada bergerilya mencari tempat mandi yang airnya melimpah di tempat para ustadzah berkeluarga, aku malah asyik leyeh-leyeh di kamar sama temenku yang lagi libur shalat. Padahal aku dan mereka berbeda aku karus mandi sore dan ke masjid sebelum adzan maghrib buat sholat, tapi bagi yang "libur" mereka bisa mandi pas kita sedang shalat. But aku yang emang pemalas bin dodol bgt, ngirain ga bkal wajib ke masjid karena mati lampu, dan ga da acara shalawat buat yg "libur" karena mati lampu juga.
Automatically santai...padahal aku ga tahu kalo di masjid pake diesel jadi terang dan tetep wajib ke sana.
Suddenly the bell is ringing TENG...TENG...4x yang artinya bel wajib ke masjid, ya ampun aku belum mandi...aku langsung ngajak mandi temenku yang senasib ma aku, jadi deh yang lain pada shalat maghrib aku dan seorang temanku ini mandi. Legaaa karena ternyata banyak juga yang shalat tapi belum mandi, akupun mandi dengan santai.
Waktunya balik ke kamar, ntar tinggal pura-pura haid dan langsung ikut shalawatan bareng yang haid. I said in my mind.
" udah ma?" teriakku pada temenku yang senasib.
"udah kok" jawabnya lalu disusul suara pintu terbuka lima menit soon.
Then we're walkin slowly and silently, till arrive in our room. Kita ke kamar mandi dulu buat naruh sabun dan gayung disana dan keluar dengan kemenangan. By the time bagian keamanan dan bagian syariah sedang patroli: yang pertama buat keamanan santri, karena pondok sedang gelap' yang kedua untuk meninjau langsung santri yang shalawatan dan menilang santri yang kabur dari masjid. It was like me!
"aduh gimana dong ma?" remekku pada temanku.
"ga tau juga nih." dia juga bingung. pintu keluar kamar mandi kami langsung kalihatan dari pintu gerbang, jadi karena ada bag.keamanan dan syariah disana, kita pasti langsung ketahuan kalo nekat keluar. Akhirnya kami berdua nekat bertahan di kamar mandi yang luas dan gelap dan berbatasan langsung dengan kebun dan kuburan di belakang.
"ssst, keamanan mau ke sini!" bisik salah seorang "buron" selain kita di blok kamar mandi lain. Wow aku dan temanku langsung mondar mandir ga karuan, saking takut dan bingung.
"ssst mereka dateng." terdengar lagi suara bisik-bisik buron lain yang lebih dekat pintu keluar. Aku dan temanku berlari tanpa suara dan bersembunyi di salah satu kamar mandi dan temanku di tempat lainnya. Aku menyuruh temanku jangan menutup pintu nanti malah akan mencurigakan, jadi aku ngajarin dia supaya pintu di buka aja sedikit lalu kita mepet tembok di belakangnya. like no body inside...
Lalu keamanan datang dengan senternya yang menyorot kesana kemari khas tukang ronda, dia menyorot pintu kamar mandi tempatku sembunyi dan juga temanku but like i guessed we're unknown. yiiihaaaa... lorisimos! Berhasil!Well done!
Akhirnya setelah mereka pergi kita keeluar dan duduk-duduk di gazebo depan kamar mandi menunggu mereka bener-bener cabut dari rayon ini. Aku dan temanku berencana keluar lewat jalan pintas yang hanya di boleh dilewati ustadzah. Kita celingak-celinguk sambil keluar pelan-pelan dari area kamar mandi, tapi sekilas sreeet...aku segera lari menarik lengan temanku kembali ke tempat persembunyian.
"ada apa?" tanya temanku setelah lami keluar dan duduk di gazebo lagi.
"aku tadi ngliat senternya keamanan." jawabku sambil ngos-ngosan.
"udah uk lewat pintu ustadzah!" ajaku pada temanku.
"ntar kalo da ustadzah gimana?" tanya temanku.
"mankanya kita liat dulu!" kataku persuasif.
"ya udah yuk!" akhirnya ia mau, dan sambil mengendap-endap kami berjalan menju gang tempat pintu itu berada.
"coba liat, ada kilat senter tuh jangan-jangan keamanan datang lagi!" perintahku agar temanku mengintip jalan yang sudah kami lewati tadi apakah ada keamanan. Nah bersamaan dengan itu aku yang masih diam tak bergerak di gang tempat jalan pintas dan pintu kamar ustadzah berada, melihat pintu jalan pintas itu nperlahan mengayun terbuka dan sosok ustadzah berjalan masuk. Aku sebelum sempat melihat wajah ustadzah siapa itu lariterbirit-birit menuju jalan yang tadi kami lewati, tapi bersamaan dengan itu temanku juga lari menuju kearahku sehingga kami bertabrakan.
"Ma da ustadzah." kataku ngos-ngosan
"disana ada keamanan." jawabnya juga ngos-ngosan.
Maka tanpa pikir panjang aku segera berbalik dan menerobos ustadzah yang sedang menelepon di ambang pintu. Saat itu yang kupikirkan adalah ustadzah lebih baik dari pada keamanan. Maka aku menarik pergelangan temanku dan lari tergesa-gesa, tapi...
" MAN TILKA...BERHENTI...!"

To be continued...