Senin, 05 Maret 2012

Me Come Back (again)

Assalamualaikum...

Hello everyone! It's quiet long time since i decided to take a rest from blogging. But i think i miss this. I've been seeing many beautiful blogs so far, and i feel so envy about it! ^_^ And this is the first time i write down a post by English language. I know my English isn't well at all, but i will try to make it better by posting with English.



This is my sister, Naja 5th. She is so adorable and cute all the way she is. But these days she doesn't want to go to school. Well first excuse was, she said he felt sick. Tomorrow when my mom ask her to go to kindergarten, she said she felt tired, third days my mom gotta caught her with no excuse. But she said "I'm bored..." No one can pursue her now.

Kamis, 20 Oktober 2011

Princess' Whish List

Anda ingin tahu apa saja hal yang saya inginkan dimasa depan?? Ga pengen tahuu?? Yo wiss...aku nggondok lo yoo...


Busway...


Pertama aku pingin masuk surga...

Jadi aku belajar banyak tentang agamaku untuk jadi hamba yang baik dan beribadah dengan baik. Alhamdulillah suaraku lumayan "Agnes" buat ngaji dan otakku lumayan "Harun Yahya" buat mengkajinya.


Kedua aku pingin jadi orang cerdas...

Jadi aku suka baca buku dengan berbagai genre. Kesukaanku membaca buku gara-gara bapakku bawa Harry Potter ke rumah. Buku pertamaku, novel terjemahan. Tapi kemudian pas kelas 3 SD, seorang teman yang ganteng, sholeh, sweet unforgettable deh pokoknya.. hehehe meminjamkan aku beberapa buku islami karya HTR, IJ, ANadia, Afifah Afra. ASAP kesukaanku terhadap buku Islami membuncah, dan mengaplikasikannya sebagai gaya kepenulisanku :)


Ketiga aku pingin jadi penulis...

Jadi setelah baca novel pinjaman teman special ku tadi, aku segera menantang diriku untuk menulis. Dan jadilah buku tulis KIKIku kumcer pertamaku. Beredar dari teman ke teman lainnya. Testimoni bagus, nulis lagi...sampe kumcer pertamaku itu hilang ntah kemana. So i try to keep writing now...


Keempat aku pingin jadi daiyah...

Jadi setelah baca buku ini itu tentang da'wah dan ternyata wajib, aku harus bercita-cita jadi daiyah. Karena daiyah itu profesi mentereng tapi berat, jadi aku harus persiapan dulu sejak sekarang...


Kelima aku pingin punya uang banyak...

Jadi aku ga perlu jadi kaya raya seperti saran Ippho Santosa. Aku hanya harus punya uang yang cukup untuk beli apapun yang aku mau.


Keenam aku pingin punya pacar yang gently (ihiiirr suiit...suiitt...uhh..ini bagian yg sensi)

Jadi gara-gara kebanyakan baca buku yang aneh-aneh, aku memutuskan akan punya pacar yang soo...sweett..cute...sholeh...gentleman InsyaAllah. (pada amiin kek!) Aku mau dia yang setipe ama aku, ganteng, keren, pake kacamata (ini bisa ditolerir sih), kulit putih (ini juga bisa ditolerir), pokoknya ilustrasi ikhwan ganteng tuh gimana biasanya... hahahaha...


Ketujuh aku pingin punya keluarga yang fleksibel...

Jadi kalo mau tinggal di caravan juga udah siap. Keluargaku mendidik aku untuk bisa survive dimana aja. Selalu bahagia, ceria, sehat dibawah naunganNya. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung...


Kedelapan aku pingin jadi serba bisa dan serba tahu...

Jadi kadang-kadang nih, aku suka ngobrol ama orang yang usianya jauh diatasku. Ikut nimbrung dengan ekspresi dan celotehan sok tahu. Mereka selalu melongo ngeliat aku ngeh dengan obrolan "older" mereka. Atau ngobrol dengan adek yang usianya jauh dibawahku. Mereka juga suka heran ada mbak2 tau aja obrolan alien mereka.

Padahal aku cuma harus membaca buku dari berbagai genre dan kalangan, coba memahami mereka dan voilaa.. Aku bisa bergabung seolah tahu segalanya. Padahal dengan bergabung dengan mereka lah, aku mulai mengerti banyak hal ^__^


Kesembilan aku pingin ke luar negeri...

Jadi aku berharap, aku bisa go abroad dan backpacking keliling dunia. Bertemu orang dari belahan dunia lain dengan kultur berbeda. Bisa ngobrol pake bahasa Inggris aktif meski ga lancar, bisa pergi haji dan ngobrol bahasa Arab aktif meski ga lancar.


Kesepuluh aku pingin semua keinginanku tercapai...

Setidaknya satu ato dua ato tiga ato empat ato lima ato enam ato tujuh ato delapan ato sembilan atoo...seeemuaanyaaahh. Aku mau Allah mendengar keinginanku, dan mengabulkannya apapun caranya. Hakadza ma uriidu ilqooahu... so wish me luck folks.. ^___^

Rabu, 19 Oktober 2011

My Slurpy Brain

BISMIH.......

Curhaaaattt....

Ah biasa aku selalu curhat lewat tulisan. Habis dengan menulis aku bisa menuangkan gumpalan lendir dikepalaku yang mulai mengeras. Iuhhh..jijay banget deh :) Anyway, hari ini lumayan kurang baik. Banyak kabar sedih berseliweran. Bangun kesiangan, nilai T.I.K 60, B.Jepang ga ada nilainya. Apa??!! Iya bener ga ada nilainya, karena harusnya ditulis pake hirakana/kanji malah tak tulis pake romaji -_-" geblek banget kan?

Tadi senseiku ngomel panjang kali lebar. Dia ngomelin anak2 yang pada sibuk sendiri ama mobilnya.Secara spesifik internet mobil.

"Kalian tuh jangan bergantung ama internet!" Mulainya nih.

"Cari ilmu tuh baca buku, internet pake google emang ada semuanya lengkap. Tapi lebih baik baca buku."

"Saya tahu kalian kalo ulangan search di google kan?"

"Kalian yakin apa yang ditulis di internet bisa dipertanggung jawabkan?"

"Itukan ga jelas sumbernya, orang asal ketik 'G30SPKI' misalnya, muncul gitu aja."

"Emang jelas sumbernya, belajar itu baca buku, jangan cuma browsing!"

Yaahh...kurang lebih begitu lah bunyinya. Kami semua diem aja. Aku jelas ngerebel digituin, secara aku ini keponakan kandung Om Google, alias always googling everything. Hatiku nerima dan ngebenerin kalo buku itu sebenar-benarnya sumber, tapi otakku langsung pasang tameng nolak statemennya yang menurutku ga akurat. Dia mungkin jarang surfing, jadi kurang tau betapa sexynya internet hahaha... (bosomu lho nduk!!) Jadi karena statemennya yang mentah itu ditolak otakku, malah menciptakan pikiran2 liar didalem sini.

Tapi aku lagi males nyeritain isi kepalaku yang berlendir dan slurpy ini (tambah nggilani ae -_-) Aku lagi bener2 ETEB sekarang, tingkat mandor sih. Bukan ETEB tingkat presdir...hehehe

Dunia ini cuma lewat main-main, makanya banyak hal berserakan disini. Ada yang indah sampai melenakan, ada yang buruk sampai menyutriskan. (bijak yang gagal) Semua yang didunia ini cuma selevel Harvest Moon, sayangnya kita musti maininnya kaya Haidar (adek aku nih) dengan penuh kesungguhan. Tujuannya juga bukan cuma isi rumah lengkap, ternak sehat dan pertanian subur, punya istri dan anak. Tapi lebih jauh, likuannya ciamik, terjalannya yahud, dan pastinya maha indah dong. SURGA!!

Jadi apapun yang terjadi di dunia ini, indah dan buruk itu hadapilah. Kata ibuku, "Realitas itu dihadapi, makanya kamu harus togh jadi orang. Bersandar cuma sama Allah!!"

Iya, realitas itu dihadapi toh semua ini akan ada akhirnya. Allah ngasih cobaan yang pasti bisa dihadapi hambaNya. PASTI BISA. Karena kita terlalu cerdas untuk jadi lemah dan bodoh. Kita ga butuh game shark ato cheater buat mainin game ini. All we have to do is being strong and keeping faith in Him!!

*Akhirnya aku bisa bijak juga sekedhik, nayamul lah... :) :)

Minggu, 18 September 2011

Bisnis Properti!!!

PENAWARAN EKSKLUSIVE FIRDAUS REGENCY


HUNIAN NYAMAN TIADA BANDING!


TYPE:


-JANNATUN NA'IM

-JANNATUL MA'WA

(ready stock/siap huni)


Fasilitas:

-View luas tak terbatas

-Akses masuk tujuh pintu

-Kolam madu azwa

-Kolam arak

-Taman seluas triliunan hektar dengan buah-buahan siap santap


Tersedia Kavling Khusus Mujahid Dakwah!!


Syarat Pemesanan:

1. Bertaubat

2. Kembali ke Jalan Allah

3. Memegang teguh agama Allah

4. Melaksanakan seluruh syariatNya dan memperjuangkannya

5. Menjadi muslim yang sholeh dan mukhlis


Anda berminat?? Segera hubungi kantor pemasaran:


Jln. Fisabilillah Rukun 6/5 no1 Bumi Allah.


Sabtu, 10 September 2011

Catatan Galau Ababil!!

Assalamualaikum.... hi ikhwan...akhwat rahimakumullah!! Ntah kenapa hari ini malem jum'at (ntah kliwon ato apa) saya mencurahkan seluruh inspirasi untuk menulis catatan ini. Beberapa kalian mungkin bertanya-tanya, kenapa juga saya bagi ini, ini kan ga penting. Tapi ini memang bukan karena penting ato ga, ini lebih karena saya ingin merayakannya dengan antum semua. Yeaayyy...lets move on!!



Tiba-tiba beberapa jam kepungkur, saya mendapatkan sebuah pencerahan. Wow apa ini ada hubungannya dengan illuminati? I don't think so, yang jelas saya bukan anggota freemason! Ga nyambung oke. Beberapa tahun terakhir saya mulai mengalami kegalauan parah. Rasanya seperti ada yang berdebum-debum di dada saya, tapi saya juga kurang tahu itu apa. Setelah masa pendewasaan saya yang kebrangas soal hubungan lawan jenis, saya menjadi sombong. Saya pikir saya akan dengan mudah menghandle perasaan aneh di masa remaja saya yang notabene 'labil' , karena saya sudah menelisik jauh-jauh hari sejak SD!! Tapi ketika masa-masa itu datang. Ketika hati saya kemeresek tidak karuan, gelisah, merasa merindukan sesuatu yang tidak jelas, dan perasaan itu yang kata anak gahol 'galau' itu tidak terkatakan sama sekali. Saya benar-benar tidak mengerti!!



BTW saya selalu sekolah di tempat dimana pria dan wanita terpisah. Jadi ketika saya mulai berusia 'flamable' saya tidak merasakan ketertarikan lawan jenis seperti yang teman-teman saya rasakan. Saya pikir, saya tidak akan sebegitu gelisahnya menjadi jomblo. Saya pikir hidup bersama para wanita itu sudah cukup, mereka ramah, baik hati, asik, dan saya nyaman di dekat mereka. Dan saya eksis!! So...i dont need a boy!! Saya bahkan pernah berpikir untuk jomblo seumur hidup seperti Rabi'ah, ato minimal baru menikah ketika berusia 30 tahun!! Ngeri booo...



Saya mungkin sering koar-koar saya mendambakan pernikahan dini, dengan seorang lelaki berusia dini yang sama-sama freaknya kaya saya, sejak SD. Itu betul seratus ribu persen!! Karena saya memang sudah merintis kegalauan sejak usia ingusan. (nohope) Dan...saya tidak menyesali ini :D Namun ketika saya mulai menyadari seperti apa lelaki itu sebenarnya. (well mereka itu lumayan resek, oportunis, nyebelin dan sok keren. IMHO) Harapan saya soal menikah dini itu pupus perlahan. Seperti salju di musim panas. Tiba-tiba semuanya banjir begitu saja, dan mengalir menjauh. Tapi kenaifan saya itu sticky di hati saya!! Diam-diam...saya masih mendambakan lelaki muda yang freak tapi sholeh itu...



Sampai beberapa jam kepungkur saya masih tidak mengerti apa esensi kegalauan itu sendiri (wuiihh bahasanya). Tapi suer...saya sebelumnya bingung. Rasa apa ini bingung, mau cerita juga bingung, makanya itu dinamakan GALAU!!



Suatu hari saya berdiskusi dengan ibu saya soal ini. Beliau bilang pria dan wanita itu memang begitu, seperti magnet. Klise banget ya kan? Tapi itu benar-benar tidak saya mengerti hingga beberapa jam kepungkur!! Setelah keluar dari pondok dan sekolah di sekolah Paket yang disana ditongkrongin cowok dan cewek segala rupa. Satupun ga ada yang berkesan di hati saya. Mereka...nggak banget deh pokonya. Jangan paksa saya cerita!! Hingga saya masuk sekolah resmi, disana cowok-ceweknya relatif aman terkendali, tapi tetep aja. Ga pernah sekalipun saya memandang teman-teman cowok saya tanpa membayangkan bagaimana mereka ketika sudah jadi lelaki? Dengan segala ketengikan, keresekan, kejijayan mereka ini! Mereka bakal jadi qowwam, kaya gini??? Oh no! Jadi sejak saya menemukan kegalauan saya, saya belum pernah jatuh cinta!!



Ngomong-ngomong soal magnet...artinya lebih dalem lho daripada yang kalian bayangkan. Inget ga, sapa diantara kalian yang ga pernah saya ajak ngobrol ketika di pondok? Yang interaksinya cuma sebatas saling memandang lalu diinterpretasikan sendiri-sendiri?? Yep kita dulu kaga kenal, tapi waktu kita ketemu di FB BLEMM... Kita ngobrol...akrab...ceria...lancar, seolah dulunya akrab sekali!! Juga yang anti rasain pas dapet sms dari huwa yang kata anti nyebelin. Anti bilang dia nyebelin tapi anti terus bales sms yang huwa kirim. Juga yang anti bilang anti ga ada hubungan apa apa, tapi anti selalu jalan bareng huwa, bahkan berfoto akrab??

ITU KARENA KITA BERBEDA KUTUB. KITA SALING TERTARIK UNTUK MENGOBROL DAN MERASA DEKAT SATU SAMA LAIN!! WOW...sesuatu banget yah lawan jenis itu!!



Saya juga tiba-tiba ingat..tentang ayat yang menyegerakan menikah ketika berpuasa sudah tidak nangani. Afwan saya lupa ayatnya, tapi InsyaAllah para khufadz di bawah tahu ayatnya!! Saya juga jadi mengerti kenapa seorang ikhwan yang saya kenal ngebet pingin menikah muda, dia mungkin beralasan ini lebih pada dakwah...visi...misi dan tetek bengek. Tapi beyond everything! Saya tahu ini lah yang dinamakan kegalauan itu! Selama ini orang tua saya suka bilang "Kamu pingin dinikahin ya?" saat saya mulai berperilaku aneh. Saya cuma mesam mesem sambil mikir 'apa hubungannya?' (padahal mah emang iya:P )



Jadi ketika saya mulai menyadari sesuatu yang meluap-luap di hati saya. Ya Allah ini toh galau! Ternyata saya juga (bisa) sama gelisahnya dengan kebanyakan remaja, karena saya jomblo! Saya juga merasa ada yang aneh, ada yang kurang, ada yang seharusnya memenuhi hati saya tapi ga ada. Ada rongga kecil di hati saya yang butuh diisi. Itulah galau...Kenapa juga menikah itu menggenapkan separuh din. Bukan cuma filosofi tentang kehidupan rumah tangga, tapi saat ada seseorang yang memenuhi kegalauan kita saat itu lah semuanya sempurna. Karena itu lah kehidupan yang sebenarnya mencjalani hidup dengan seseorang disamping kita, for seeking his pleasure!! -Maher Zain- Rasanya seperti klik, memutar kunci dan terbuka! Saya pikir...Ya Allah ternyata saya sudah besar!! Juga ketika seorang ikhwan yang datang dengan materi nikah dininya yang menggugah. Wow...itu membangunkan sisi kenaifan saya yang terpendam. Saya sampai...wow...it's amazing, exciting, freaking, confusing n wondering in the same time!! I love this passion!!



Galau itu...it's kinda complicated. SAYA PIKIR GALAU ITU CANGGIH SEKALI!!

Kenapa saya tag anda semua disini? Karena sekali lagi, saya ingin merayakannya dengan anda, atas kegalauan saya yang sangat menginspirasi!! thanks for reading :)



Thanks to:



*Allah SWT yang udah kasih saya 'kegalauan' yang menggelitik

*Syahrini dengan kaftan dan aksesorinya yang gemerlapan. Alhamdulillah yah...ini pasti sesuatu banget.

*Akhi someone yang sudah mengembalikan sisi kenaifan dan kegilaan saya yang sebenarnya.

*Teman-teman Badrussalam yang sudah mengembalikan keceriann saya yang spontan dan penuh gairah.

*Ibuku yang sudah memahami kegalauan saya SEJAK SD!!

*Amah...ga tau kenapa??



NO OFFENSE...KALO ADA YANG NGERASA...SAYA GA TANGGUNG JAWAB BLAS!!

Selasa, 06 September 2011

Let's Talk About Marriage (again)



Assalamualaikum....
Pengumuman saya sedang galau. Ini hanya galau ringan, tapi disarankan untuk membaca curhatan saya dengan penuh perhatian. Karena keinginan orang galau hanya ingin diperhatikan. *ohjujurnya BTW saya udah pernah cerita soal marriage kan sebelumnya. Tapi saya belum ceritakan mengapa saya begitu terobsesi dengan pernikahan .........dini.



Awalnya, ketika saya kelas 6 SD (parah) saya membaca buku karya Izzatul Janna ft Rabi'ah Aladawiyah, bertajuk Diary Pengantin. Buku itu menceritakan awal-awal Izzatul Jannah membangun rumah tangga bersama suaminya dan awal mereka ta'aruf. Tapi yang membuat saya terobsesi adalah cerita Robi'ah Al-adawiyah yang mengutarakan ia siap menikah pada bapaknya. Usianya relatif muda 23 tahun. Dan quote favorit saya adalah ketika Robi'ah membaca visi misi yang tertera di proposal calon suaminya saat ta'aruf, yaitu

"Menikahlah, karena menikah adalah sunnah yang bersejarah"

Sejak saat itu saya bermimpi untuk menikah sejak usia muda, dengan suami yang juga berusia muda tentunya!! Apa lagi saat itu juga sedang booming buku karya Haikal Siregar putra Pipiet Senja yang menikah di usia 19 tahun dengan pasangannya yang sebaya. Kalo ga salah judul bukunya 'Nikah Dini Kereeen'.



So i'm getting mad with young marriage!!

Akhir SD sampai awal SMP saya terus memikirkannya. Tentang seperti apa pernikahan itu, hingga pria idaman saya yang akan jadi suami saya nantinya. Dalam bayangan saya, suami saya adalah pria muda sebaya saya. Dia haruslah sholeh, aktivis dakwah dan tampan. Dia juga harus baik dan ramah pada saya. Jadi kita akan bekerja sama sebagai sahabat seumur hidup, bukan hanya atasan dan bawahan.



Mimpi-mimpi tentang pernikahan dini itu terus memenuhi angan-angan saya hingga akhir SMP. Jadi seolah-olah saya telah memikirkan dengan matang seperti apa gambaran pernikahan saya nanti, juga kehidupan rumah tangga saya.
Kami akan menjlankan konsep rumah tangga islami bersama-sama. Kami kan bergandengan tangan saling membantu. Saya adalah tipe gadis yang slengekan dan sangat spontan. Jadi saya selalu membayangkan suami saya nantinya adalah teman saya, yang saya akan ngobrol dengannya ketika hati saya gundah. Tidak ada rasa sungkan ataupun hormat yang berlebihan.
Saya juga sangat fleksibel. Jadi tidak masalah apapun pekerjaan suami saya nantinya, ataukah kami harus tinggal berjauhan. Karena kita menikah dan akan saling mencintai karena Allah, bukan sekedar a temporary passion. Jadi saya terus membayangkan diri saya sebagai seorang wanita dan seorang lelaki shaleh di samping saya hingga masa-masa transisi saya datang dan menggoyahkan angan-angan saya.
Kenaikan kelas menuju SMA saya tinggal di rumah bersama keluarga saya. Ibu saya adalah orang yang sangat terbuka. Beliau terbiasa untuk mendiskusikan segala sesuatu bersama saya, termasuk soal rumah tangga. Kami berdikusi tentang Bapak saya, tentang om saya, juga tentang para suami binaannya yang kerap curhat padanya. Saya mulai benar-benar berpikir sebagai wanita dewasa. Beyond everything...Ibu saya mengajak saya menyelami pikiran para lelaki dan mencoba mempelajarinya. Saya mengumpulkan banyak kata 'ternyata' di benak saya. Dan saya segera menjadi wanita dewasa yang kuat, penuh pertahanan dan kekanakan sekaligus. Tapi semua 'ternyata' itu mempengaruhi 'obsesi pernikahan dini' saya. Karena ternyata, tidak ada lelaki dewasa yang hanif, sholeh dan cukup bertanggung jawab di usia sebaya saya!!*patahhati
jadi saya mulai mengubur obsesi kronis saya perlahan-lahan. Saya bahkan mulai belajar membayangkan saya akan menikah di usia 30 tahun!! Wow ekstrem... Hingga suatu hari seseorang datang. Dia juga sama gilanya dengan saya, dengan obsesi nikah dininya yang juga kronis. Angan-angan sayapun kembali ketempatnya semula, berada di sela-sela pikiran saya. Sekarang...setelah angan-angan gila dan naif saya kembali, akankah dia datang sesuai ekspektasi saya? Lelaki berusia belia yang sholeh, hanif, ramah, baik hati dan tidak sombong, adakah??? Allah'alam

*saya pikir saya na'if...apakah anda setuju?